Negara-Negara Barat Protes Perlakuan Israel terhadap Aktivis Flotilla

ISRAEL|MEB.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya angkat bicara setelah video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla memicu gelombang kecaman internasional. Rekaman yang memperlihatkan sejumlah aktivis berlutut dengan dahi menyentuh lantai serta tangan terikat menjadi sorotan dunia dan kembali memanaskan kritik terhadap kebijakan keamanan Israel di tengah konflik Gaza yang belum mereda.

Dalam pernyataannya, Netanyahu secara terbuka mengkritik langkah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Ia menilai penanganan terhadap para aktivis tersebut tidak mencerminkan nilai dan standar yang selama ini diklaim dijunjung oleh Israel. Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal adanya ketegangan internal dalam pemerintahan Israel terkait respons terhadap gerakan solidaritas internasional pro-Palestina.

Meski mengecam metode yang digunakan Ben-Gvir, Netanyahu tetap menegaskan bahwa para aktivis Flotilla akan segera dideportasi. Ia mengaku telah menginstruksikan otoritas terkait untuk memulangkan para aktivis asing tersebut secepat mungkin guna meredam tekanan diplomatik yang mulai berdatangan dari sejumlah negara Eropa dan Amerika Utara.

Kontroversi semakin membesar setelah Ben-Gvir mengunggah video penahanan para aktivis ke media sosial dengan narasi “Selamat datang di Israel”. Dalam tayangan itu terdengar lagu kebangsaan Israel diputar ketika para aktivis berada dalam posisi bersujud dan tangan terikat. Beberapa di antaranya juga terlihat memegang paspor, memicu tudingan bahwa adegan tersebut sengaja dipertontonkan sebagai bentuk intimidasi politik.

Sejumlah media internasional melaporkan video tersebut memicu kemarahan global. Kritik keras datang dari organisasi hak asasi manusia hingga pemerintah berbagai negara yang menilai perlakuan terhadap aktivis sipil di perairan internasional bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan etika diplomatik. Isu ini pun langsung menjadi perdebatan panas di media sosial dan forum internasional.

Gelombang tekanan terhadap Israel terus meluas. Italia, Prancis, Belanda, hingga Kanada dilaporkan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas perlakuan terhadap aktivis armada Gaza. Krisis diplomatik ini dinilai berpotensi memperburuk citra Israel di mata dunia sekaligus meningkatkan tekanan internasional terhadap pemerintahan Netanyahu di tengah konflik yang masih berlangsung.***

Pos terkait