Iran Serang Tiga Negara Sekutu AS, Pengamat: Target Utama Kepentingan Strategis Washington

JAKARTA|Mediaerabaru.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan ke Bahrain, Yordania, dan Kuwait, tiga negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu strategis Amerika Serikat di kawasan. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran akan meluasnya eskalasi konflik regional.

Pengamat Hubungan Internasional Binus University, Budia Mariatul Kiftiah, menilai serangan itu lebih ditujukan untuk menekan kepentingan militer Amerika Serikat daripada menyerang negara-negara Arab secara langsung. Menurutnya, Bahrain, Kuwait, dan Yordania memiliki nilai strategis karena menjadi lokasi berbagai fasilitas militer dan logistik yang digunakan Amerika Serikat.

“Bahrain menjadi basis Armada Kelima Angkatan Laut AS, Kuwait merupakan pusat logistik penting, sedangkan Yordania memiliki fasilitas yang mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan,” ujar Budia.

Ia menambahkan, Iran juga menjalin hubungan strategis dengan Rusia dan China dalam berbagai bidang. Namun, mengenai bentuk maupun tingkat dukungan kedua negara tersebut terhadap Iran dalam situasi terkini, Budia menegaskan hal itu masih memerlukan konfirmasi dari sumber resmi dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut Budia, hubungan keamanan antara negara-negara Teluk dan Amerika Serikat telah terjalin selama bertahun-tahun melalui kerja sama pertahanan dan perlindungan keamanan. Kondisi tersebut menjadikan kawasan Teluk sebagai salah satu titik penting dalam strategi geopolitik Washington di Timur Tengah.

Budia menilai eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat berpotensi membawa dampak yang lebih luas terhadap stabilitas politik, keamanan, serta ekonomi kawasan.

Pos terkait