Prof Chandra Yoga: Karhutla Berdampak bagi Kesehatan Masyarakat

Jakarta | Mediaerabaru.com – Kebakaran hutan harus secepatnya ditangani karena hal itu berdampak pada kesehatan masyarakat. Profesor Chandra Yoga Aditama mengatakan, asap dari hutan yang terbakar bisa menyebabkan ISPA dan berdampak lanjutan di bidang kardio respirasi.

Hal itu dikatakan saat dirinya memberi Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Pelantikan, Angkat Sumpah dan Wisuda Program D III Keperawatan Akademi Keperawatan (Akper) Yaspen, Yayasan Pendidikan Sanjay Kasih.

Ada Tiga hal yang saya sampaikan, pertama adalah tentang dampak kesehatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kini sedang melanda. Saya sampaikan kandungan asap kebakaran hutan, yaitu partikel (utamanya PM2,5), gas (NO, CO, ozon dll.) serta bahan organik dan inorganik lain, yang oleh WHO disebutkan dapat membentuk “toxic mix”.

Ia juga menyampaikan, dampak kesehatannya, mulai dari yang akut seperti ISPA sampai ke dampak lanjutannya di bidang kardio respirasi. Lalu saya sampaikan bagaimana anggota masyarakat perlu bersikap, mulai dan batasi aktifitas fisik kalau di asap pekat, memeriksakan diri kalau ada keluhan dan menjaga pola hidup sehat.

“Karena ini adalah wisuda petugas kesehatan maka saya tekankan perlunya berempati pada pasien dan keluarganya. Kita harus “einfuhlung”, meraba rasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh pasien dan keluarganya ketika sedang sakit”,  ungkap profesor  yang menjadi Penasehat Akademi Keperawatan Yaspen / Direktur Pascasarjana Universitas YARSI.

Menurutnya, perlu perbaikan sistem pelayanan kesehatan, agar jangan sampai petugas kesehatan di lapangan menjadi “korban”. Contoh sederhana saja, kurangnya ketersediaan kamar ruang rawat tentu bukan bidang tugas dokter dan perawat yang sedang bekerja di Instalasi gawat darurat (IGD), sehingga tidak tepat juga kalau mereka yang harus “dimarahi” karena hal ini.

Sementara dikesempatan itu ia menyerahkan buku terbarunya berjudul “139 Tulisan Kesehatan Prof Tjandra” yang berisi kumpulan tulisan di berbagai media massa sepanjang 2025. Buku itu diserahkan ke Direktur Akademi Keperawatan Yaspen Dr Bobby Singh, dan bentuk elektroniknya dibagikan ke seluruh wisudawan yang lulus di acara ini, sebagai “kado” lulusan.

Pos terkait