JAKARTA|Mediaerabaru.com – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, warga Kecamatan Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hingga masyarakat Kota Depok, Jawa Barat, meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan segera mencari solusi untuk mengatasi kemacetan kronis di Jalan Ampera Raya, Ragunan.
Warga berharap Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan kemacetan di jalur tersebut.
Kemacetan terutama terjadi dari arah perempatan lampu merah Jalan TB Simatupang menuju Jalan Ampera Raya hingga kawasan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan jarak sekitar satu kilometer, perjalanan kendaraan yang dalam kondisi normal hanya membutuhkan beberapa menit, dapat memakan waktu hingga 30 menit bahkan satu jam pada jam sibuk.
“Macet di Jalan Ampera Raya ini sudah bertahun-tahun, bahkan seperti tidak ada habisnya. Kami berharap ada solusi agar arus lalu lintas kembali lancar,” ujar salah seorang warga Depok.
Menurut warga, salah satu titik yang kerap menjadi hambatan berada di kawasan pertigaan Jalan Kenanga, RW 02, Kelurahan Cilandak. Pengaturan lalu lintas secara informal oleh sejumlah orang yang biasa disebut “Pak Ogah” dinilai turut memperparah perlambatan arus kendaraan.
Warga juga meminta petugas terkait melakukan penertiban terhadap berbagai faktor yang menghambat kelancaran lalu lintas, termasuk aktivitas di persimpangan dan parkir liar.
“Kasihan warga yang setiap hari harus melewati Jalan Ampera Raya untuk bekerja. Kami hanya meminta jalan ini dibebaskan dari kemacetan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata warga lainnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Jagakarsa. Mereka berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Suku Dinas Perhubungan segera melakukan langkah konkret, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore.
Kemacetan biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Sementara pada sore hari, kepadatan meningkat sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB saat masyarakat pulang kerja.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernat, mengakui bahwa keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam pengaturan lalu lintas di sejumlah wilayah Jakarta Selatan.
Menurutnya, petugas tetap berupaya melakukan penanganan kemacetan secara maksimal, terutama di sejumlah titik yang menjadi simpul kepadatan.
“Kita berupaya semaksimal mungkin agar aktivitas warga tetap lancar. Prioritas kita di perempatan lampu merah, pertigaan, dan penanganan parkir liar. Setiap jam sibuk kita lakukan pengaturan dan petugas Dishub ada di lapangan,” ujar Bernat.
Warga berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Sudin Perhubungan, kepolisian, serta unsur terkait dapat ditingkatkan sehingga kemacetan di Jalan Ampera Raya tidak terus menjadi persoalan tahunan.
Bagi masyarakat yang setiap hari melintas, kelancaran Jalan Ampera Raya bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut waktu tempuh dan kelancaran aktivitas ekonomi warga dari Depok, Jagakarsa, Pasar Minggu, dan wilayah sekitarnya.


