Mantan Kiper Persib: Jangan Paksa Talenta Papua ke Jakarta, Bangun Sentra Sepak Bola di Daerah

Jakarta | Mediaerabaru.com – Mantan kiper Persib Bandung Gatot Prasetyo menilai pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia perlu keluar dari pola yang terlalu berpusat di Jakarta. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem pembinaan yang tersebar hingga ke daerah agar talenta muda tidak harus meninggalkan kampung halaman demi mengejar karier sepak bola.

Gatot menyoroti kondisi pemain dari wilayah seperti Papua yang harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi dan mengikuti pembinaan.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak sederhana bagi anak-anak usia sekolah. Selain persoalan biaya dan jarak, mereka juga harus meninggalkan lingkungan keluarga dan berpotensi mengorbankan pendidikan.

“Kasihan anak-anak Papua kalau harus terus datang ke Jakarta. Mereka harus terbang jauh, sekolah dan keluarga juga harus dikorbankan,” ujar Gatot.

Karena itu, Gatot mendorong pembinaan sepak bola usia muda didesentralisasi dengan membangun sentra-sentra sepak bola di berbagai daerah.

Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki banyak daerah yang berpotensi menjadi pusat pembinaan pemain. Keberadaan klub, sekolah sepak bola maupun pusat pendidikan dan latihan di daerah dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pencarian dan pembinaan talenta nasional.

“Grassroots dan pembinaan ini bisa didesentralisasi ke daerah-daerah. Kita buat sentra-sentra sepak bola supaya pemain bisa tumbuh dan berkembang di daerahnya,” katanya.

Menurut Gatot, model tersebut juga dapat membuat proses pencarian pemain Timnas menjadi lebih efektif. Setiap sentra dapat memiliki database pemain yang berisi rekam jejak serta perkembangan pemain dari waktu ke waktu.

Ketika Timnas membutuhkan pemain, tim pelatih tinggal melihat database dari berbagai daerah untuk mencari pemain sesuai kebutuhan.

“Kalau Timnas membutuhkan, kita tinggal mengambil dari database sentra-sentra itu,” ujarnya.

Liga Jadi Tempat Pemain Belajar
Gatot menilai Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur yang tengah berjalan bisa menjadi contoh bagaimana kompetisi usia muda seharusnya dikembangkan.

Format liga membuat pemain memperoleh kesempatan bermain lebih banyak sehingga mereka tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga belajar dari setiap laga.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan orang tua yang menurutnya menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Sinergi antara pemain, pelatih, penyelenggara dan orang tua, kata Gatot, harus dibangun sejak awal. Bahkan komunikasi antara pihak-pihak tersebut diperlukan untuk menyamakan visi mengenai bagaimana anak-anak dibina.

“Intinya kita membantu anak tumbuh dan berkembang dengan baik dalam sebuah kompetisi yang berbasis liga,” katanya.

Gatot berharap kompetisi usia muda tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta. Semakin banyak kompetisi berkualitas yang digelar di daerah, semakin besar pula peluang pemain dari berbagai wilayah Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding tanpa harus meninggalkan daerahnya sejak usia dini.

Bagi Gatot, pembinaan yang merata akan membuat pencarian pemain nasional menjadi lebih luas. Talenta tidak lagi hanya dicari dari pusat-pusat sepak bola yang selama ini sudah dikenal, tetapi juga dapat muncul dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kita harus ingat, Indonesia negara kepulauan. Jangan sampai anak-anak yang punya talenta harus meninggalkan daerahnya hanya karena pusat pembinaan ada di Jakarta. Bangun sentranya di daerah, biarkan mereka tumbuh di sana, dan ketika Timnas membutuhkan, mereka sudah siap.”

Pos terkait