LOMBOK|MEB.COM – Aktivitas wisata ekstrem berupa terjun payung (skydiving) kian diminati masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Sensasi melompat dari ketinggian ribuan meter dengan pemandangan alam terbuka menjadi daya tarik utama, terutama bagi kalangan muda dan pencari pengalaman baru.
Sejumlah destinasi populer dunia seperti Dubai, Interlaken, hingga Bali mulai ramai menawarkan paket wisata terjun payung dengan standar keselamatan internasional. Di Indonesia sendiri, Bali menjadi salah satu lokasi yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Skydiving umumnya dilakukan dari ketinggian 10.000 hingga 15.000 kaki. Peserta akan merasakan fase jatuh bebas selama beberapa detik sebelum parasut dikembangkan untuk proses pendaratan. Bagi pemula, kegiatan ini dilakukan dengan sistem tandem, yakni terjun bersama instruktur profesional.
Meski terlihat menantang, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi peserta. Di antaranya adalah batas usia minimal 18 tahun, kondisi kesehatan yang baik, serta berat badan yang sesuai dengan ketentuan operator. Selain itu, peserta wajib mengikuti pengarahan atau briefing sebelum pelaksanaan.
Dari sisi keselamatan, operator skydiving diwajibkan mengikuti standar ketat, termasuk penggunaan perlengkapan yang layak serta instruktur bersertifikat, salah satunya dari United States Parachute Association. Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelayakan penerbangan.
Biaya untuk mengikuti aktivitas ini bervariasi tergantung lokasi dan fasilitas yang ditawarkan. Di Bali, tarif tandem skydive berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per orang. Sementara di luar negeri seperti Dubai, biaya dapat mencapai lebih dari Rp15 juta.
Pengamat pariwisata menilai meningkatnya minat terhadap wisata ekstrem menunjukkan perubahan tren di kalangan wisatawan. Jika sebelumnya perjalanan identik dengan relaksasi, kini pengalaman unik dan menantang menjadi prioritas.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap memperhatikan aspek keselamatan dan memilih operator resmi yang telah memiliki izin serta rekam jejak yang baik.
Dengan pengelolaan yang tepat, terjun payung dinilai berpotensi menjadi salah satu daya tarik unggulan dalam industri pariwisata, baik di tingkat nasional maupun global.***


