Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait, Timur Tengah di Ambang Ledakan?

KUWAIT|MEB.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali membara. Militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk.

Berdasarkan laporan Al Jazeera dan Agence France-Presse, Kamis (5/3/2026), kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, menyebutkan bahwa Teheran telah mengirimkan drone tempur ke pangkalan AS di Kamp Arifjan, Kuwait.

Target utama disebut adalah pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di fasilitas militer strategis tersebut.

Tak hanya itu, militer Iran juga mengumumkan serangan ke Kamp Udairi—yang kini dikenal sebagai Camp Buehring—sebuah instalasi militer utama AS di barat laut Kuwait.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah, militer Iran menyatakan:
“Unit-unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi Kamp Udairi pasukan AS di Kuwait menggunakan drone tempur.”

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah mengirim “gelombang serangan baru” ke Pangkalan Arifjan dengan sedikitnya 10 drone dan menyebut serangan tersebut mengenai sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kuwait maupun militer Amerika Serikat terkait klaim serangan tersebut.

Sinyal Perang Terbuka?

Serangan ini mempertegas babak baru ketegangan Iran–AS di kawasan Teluk. Jika klaim Teheran terbukti akurat, maka ini menjadi salah satu aksi militer paling berani yang secara langsung menyasar instalasi militer AS di Kuwait.

Pengamat menilai, setiap respons dari Washington berpotensi memperluas konflik dan menyeret sekutu-sekutu regional ke dalam pusaran krisis yang lebih besar.
Dunia kini menanti: apakah ini sekadar pesan politik bersenjata, atau awal konfrontasi yang lebih serius?***

Pos terkait