Jakarta | Mediaerabaru.com – Mimpi seorang penggemar akhirnya menjadi kenyataan. Icha Yang yang sejak kecil akrab dengan lagu-lagu Obbie Mesakh, kini justru mendapat kesempatan bertemu langsung dengan sang legenda musik dan bernyanyi bersama.
Pertemuan tersebut menjadi momen emosional bagi Icha. Ia mengaku tak menyangka aktivitas membuat konten musik justru mempertemukannya dengan sosok yang selama ini hanya ia kenal lewat lagu-lagu yang diputar sang ibu di rumah.
“Ini benar-benar mengejutkan. Bukan hanya saya, tapi seluruh keluarga saya juga pasti senang. Mama saya dari dulu memang penggemar berat Bang Obbie. Dulu sampai punya foto-foto albumnya,” ujar Icha.
Bagi Icha, suara Obbie Mesakh juga membawa kenangan tersendiri. Ia masih teringat masa kecil ketika mendengarkan lagu-lagu sang musisi melalui radio bersama ibunya.
Karena itu, ketika akhirnya bisa berdiri dan bernyanyi bersama Obbie, Icha merasa seperti kembali ke masa lalu.
“Yang paling bikin happy, suaranya ternyata tidak berubah. Dulu saya dengarkan lewat radio bersama Mama di kampung. Sekarang bisa ketemu langsung dan nyanyi bareng. Rasanya luar biasa,” tuturnya.
Pertemuan itu pun menjadi semakin menarik karena Icha dan Obbie sama-sama memiliki kecintaan terhadap lagu-lagu nostalgia. Di tengah dominasi musik hip hop, dangdut, remix hingga musik DJ, Icha justru masih konsisten membawakan lagu-lagu lawas.
Obbie melihat hal tersebut sebagai kekuatan tersendiri yang dimiliki Icha. Menurutnya, penyanyi muda tidak harus meninggalkan musik lama hanya demi mengikuti tren.
“Dia bisa menguasai lagu dan menurut saya kemampuannya di atas rata-rata. Sekarang banyak musik hip hop, dangdut, remix, DJ dan macam-macam. Tapi dia tetap suka lagu nostalgia,” kata Obbie.
Obbie bahkan melihat peluang untuk membawa kembali lagu-lagu lawas dengan kemasan yang lebih sesuai dengan selera generasi sekarang.
“Saya kan melihat Icha punya musik era lama yang bisa dibawa lagi dengan gaya sekarang. Lirik dan rasa musik nostalgianya tetap ada. Itu yang nanti bisa kita coba,” ujarnya.
Peluang kolaborasi pun mulai terbuka. Salah satu ide yang muncul adalah menghidupkan kembali lagu-lagu nostalgia milik musisi era lama dengan aransemen yang lebih modern. Karya-karya Pance Pondaag menjadi salah satu materi yang turut dibicarakan.
Icha sendiri berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai momen sesaat. Ia ingin persahabatan yang terjalin bersama Obbie berkembang menjadi kerja sama musik yang mempertemukan dua generasi.
“Ke depannya saya berharap hubungan ini semakin kuat. Bisa jadi persahabatan, bisa juga nyanyi bareng lagi. Saya berharap Om Obbie bisa membuka ruang seluas-luasnya untuk saya,” kata Icha.
Bagi Icha, kolaborasi tersebut bukan sekadar soal membuat lagu. Ada cerita panjang di baliknya, yakni seorang anak yang dulu mendengarkan lagu sang idola bersama ibunya, kini mendapat kesempatan menyanyi satu panggung dengan sosok yang selama ini dikaguminya.
Jika rencana kolaborasi itu benar-benar terealisasi, pertemuan Icha Yang dan Obbie Mesakh bukan hanya akan menjadi kolaborasi lintas generasi, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali lagu-lagu nostalgia agar kembali dekat dengan telinga generasi muda.


