Jakarta | Mediaerabaru.com – Tak bisa dipungkiri dukungan mempengaruhi pertandingan, hal itu terjadi saat Toyo Hartoyo FC melawan Bina Taruna di Piala Suratin U-15 yang digelar di lapangan sepak bola Pancoran Soccer Field, hasil yang memalukan bagi Toyo Hartoyo dibantai 0-8 oleh Bina Taruna. Kenapa? ternyata minim dukungan.
Secara kualitas Toyo Hartoyo tak kalah dari Bina Taruna, di menit-menit awal permainan masih imbang, keadaan berubah saat Bina Taruna mampu membobol gawang Toyo. Di babak pertama hingga peluit berbunyi waktu rehat, gawang Toyo dirobek dua kali, 0-2.
Masuk babak kedua nasib Toyo Hartoyo makin buruk, sementara sebelas pemain Bina Taruna semangat kian menyala, menggempur pertahanan lawan. Dan hasilnya, 6 gol tambahan mereka koleksi. Hartoyo makin terpuruk.
Pertandingan itu adalah bukti bahwa dukungan dari pihak lain diperlukan, Hartoyo dihancurkan akibat tak semua pemain Hartoyo rajin berlatih, ada saja halangan mereka untuk tidak berlatih. Ada yang beralasan karena sekolah, tak direatui orangtua, atau ada kegiatan di luar sekolah.
Kekalahan Hartoyo sebenarnya sudah bisa diduga, dari latihan saja mereka tak sekompak lawannya, bahkan saat berlatih kadang hanya diikuti 6 pemain, utuh ketika hendak ikut kompetisi.
Pelatih Toyo Hartoyo pada kesempatan lain pernah mengungkapkan itu, saat timnya juga mengalami kekalahan di Liga Jakarta. Menurutnya, banyak orangtua anak asuhnya kurang memberi dukungan, padahal mereka ikut ke sekolah sepakbola untuk berlatih namun saat diminta latihan ada saja pengahalangnya.
Alasan utama kenapa anak asuhnya kurang dalam latihan, kadang orangtua masih memilih anaknya belajar di bangku sekolah. Tentunya, banyak pemain Toyo menuruti kemauan orangtua mereka, maka sesi latihan timnya kadang tak ‘full’ tim.
Ia juga tak menyikapi masa remaja anak asuhnya, dimana masa pembinaan ini bersamaan dengan masa puber, maka kadang selain urusan sekolah mereka lebih berat bersama kekasihnya.
Untuk itu, ia ingin ada solusi untuk kesebelasan Toyo Hartoyo yang tampil di kompetisi ini, harus ada disiplin yang lebih ketat lagi apalagi ini masih pembinaan. Ia ingin anak didiknya tak melewati masa pembinaan, dari sana siapa tahu mereka bisa masuk timnas dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Secepatnya, ia akan memberi masukan ke pengurus Toyo Hartoyo FC agar anak-anak dibawah pembinaannya bisa tampil lebih baik lagi.


