Jakarta | Mediaerabaru.com – Cara paling efektif melihat masa lampau, pergi ke museum di sanalah kita bisa dapat informasi tentang masa itu. Nah, di Jakarta ada satu museum otomotif, koleksi milik seorang penggemar kendaraan antik. Vault museum memamerkan aneka motor besar, mobil sport, Jeep hingga sedan kalangan jetset di eranya.
Vault museum letaknya di jalan Benda Bawah, Cilandak Timur, Jakarta Selatan tak jauh dari rumahmakan mewah penyedia masakan Padang. Bangun 4 lantai itu memuat otomotif klasik, hingga mainan serta pernak-pernik kendaraan yang tentunya juga lawas.
Belum lama ini menyambangi museum tersebut, diundang sang kolektor Lilik M yang tercatat sebagai anggota pembalap legend. Sekitar pukul 09.00 masuk ke Vault museum, sebelum keliling menikmati kopi pagi terlebih dahulu sambil memandang langit Jakarta dari lantai 3 di coffee shop museum.
Sekitar satu jam bercengkrama di sana, lalu diajak keliling museum yang terdiri dari 3 lantai. Tour dimulai dari lantai 2, puluhan motor klasik tersusun rapi dalam “sangkar’ bertingkat, ada BMW, BSA sampai motor Jepang lawas. Terawat? Sangat seluruh roda dua itu terlihat anggun meski kendaraan klasik tapi cahaya ‘gagahnya’ bersinar kemilau, warnanya cerah, blok mesin pun bersih tanpa ada bercak-cak oli.
Di lantai itu tak hanya barisan roda dua bertumpuk rapi, ada pula roda empat jenis jeep, seperti Willis, Hardtop, maupun Land Rover. Dua Wilis ‘berkelir’ hijau army dan satu BSA menjadi ikon lantai 2, mereka ditempatkan di tengah ruangan bersorot cahaya lampu, ingin menunjukan ini loh ‘tuan’ di lantai 2.
Sementara, di sisi selatan atau berlawanan dengan jajaran roda dua, berbaris Jeep berlogo brand yang disebut sebelumnya. Semuanya tampak terawat, kendaraan boleh klasik soal tampilan tak kalah dengan kendaraan keluaran terkini, bersih, ‘kinclong’ dan elegan.
Puas mengagumi koleksi di lantai 2 lalu berpindah ke lantai 1 menuruni tangga, di sisi kiri berjajar sepeda namun bukan ‘ontel’ tapi sepeda balap, bila diperhatikan usianya tak lebih dari 10 tahun. Boleh jadi diantara sepeda itu, ada yang pernah digowes juara Tour de France jika merujuk siapa kolektor sepeda tersebut.
Begitu menginjak lantai 1 rombongan makin terperengah, keindahan mobil sport merek Porsche terparkir rapi di lantai ini, pecinta otomotif mana yang bisa menahan liur melihat Porsche dari berbagai seri ‘mejeng’ di sana.
Tahulah bagaimana ‘tongkrongan’ Porsche anggun dan siapa pun ingin mencoba memegang kemudi lalu tancap gas. Tapi ada yang bikin makin bingung, ikon di lantai ini bukan mobil Porsche tapi Harley Davidson warna merah gelap bermandikan sorot lampu, menambah gairah menunggangi, bagi yang melihat.
“Tahu kenapa motor ini yang ada paling depan?, mesinnya ini keluaran Porsche, saat itu mereka ingin punya motor yang lari kencang maka mintalah pabrikan itu membuatnya”, terang Lilik kala menjadi pemandu tur museum.
Tur museum berakhir di lantai basemen, di sini menjadi ‘rumah’ Mercedes, salah satunya adalah Mercedes Benz W113 merupakan restorasi yang dibuat oleh salah satu perusahaan Jerman. Menurut Lili, ia dapatkan mobil ini seharga Rp.140 juta rupiah dalam keadaan kurang baik, lalu pemiliknya membawa mobil ini ke negara asalnya untuk direstorasi.
Pecinta otomotif wajib datang ke Vault museum, rasa keingintahuan dan penasaran Anda akan terjawab di museum ini. Apalagi bila kita sekedar tahu kendaraan itu lewat majalah atau situs web tapi belum pernah lihat wujudnya. Datanglah ke museum tersebut yang buka untuk umum mulai pukul 10.00 sampai 21.00. Puaskan dahaga tentang otomotif, Vault museum bakal membuat kita betah berlama-lama di sana melihat kendaraan klasik yang jarang kita temui di jalan raya.


