Labuan Bajo | Mediaerabaru.com – ekolah Pascasarjana YARSI ikut partisipasi membantu korban gempa dengan memberi sumbangan ke rumahsakit Komodo, Labuan Bajo. Bantuan diterima langsung pimpinan pelayanan medik RS dan Dokter Spesialis Paru-nya.
Gempa NTT 15 Agustus lalu berdampak luas, terutama Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kendati demikian, ada juga dampaknya pada Rumah Sakit Komodo di Kab Manggarai Barat, walau tidak terlalu berat secara fisik. RS Komodo merasakan getaran cukup kuat pada 15 Agustus 2026 itu sehingga pasien di bawa ke halaman RS dan di rawat di tenda.
Saat ini sebagian pasien sudah kembali ke dalam gedung, walaupun masih ada yang di rawat di ruang lobby RS dan juga di tenda, selain ruang rawat inap yang ada.
Hal itu diungkap Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, saat berkunjung dan menemui beberapa pasien. Mereka menceritakan kondisi rumahnya terdampak gempa, ada yang karena merasakan getaran maka lansia di rumah itu jadi kaget dan terganggu kesehatannya.
“Saya dengar juga ada kasus-kasus rujukan dari Kabupaten lain yang lebih terdampak gempa NTT Agustus ini”, ujarnya melalui saluran whatsapps.
RSUD Komodo di Labuan Bajo ini sendiri mulai dibangun secara bertahap sejak tahun 2012 (sebagai Rumah Sakit Pratama) dan mulai beroperasi melayani masyarakat pada tahun 2015. Rumah sakit ini kemudian mengalami pengembangan gedung baru dan diresmikan ulang pada Desember 2022 untuk pelayanan kesehatan di Manggarai Barat.
Memiliki sekitar 20 dokter spesialis berbagai bidang ilmu, dan ada yang datang dengan program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS), termasuk dokter spesialis paru yang saya temui di RS Labuan Bajo.
Ini adalah program resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membagikan dan menempatkan dokter spesialis secara merata ke rumah sakit daerah. RS ini memiliki sarana seperti CT Scan, Cath Lab dan lainnya, tetapi masih memerlukan alat lain seperti Bronkoskopi untuk pelayanan Paru dan Kedokteran Respirasi.
Waktu menyerahkan sumbangan ke RS ia sampaikan rasa simpati atas nama Sekolah Pascasarjana dan Universitas YARSI, dan semoga pelayanan kesehatan di RS dapat segera pulih sepenuhnya seperti sedia kala.
Dalam kunjungan ke Labuan Bajo ini, ia juga bertemu dengan teman-teman Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Labuan Bajo, yang tercatat sebagai nomor urut 51 (atau Loka ke-2 dari total keseluruhan UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan) di Indonesia.
LKK Labuan Bajo menjadi salah satu Base Logistik Kesehatan dalam penanganan gempa di NTT sekarang ini.


