Selamat Jalan Legenda Kapten TimNas Indonesia U-20, DARI SEPAKBOLA Ke BISNISMAN 

Baru saja sore ini, Sabtu, 6 September 2026, dapat kabar duka dari kawan sahabat legenda sepakbola Indonesia, bahwa Bob Hippy, mantan kapten Indonesia U-20, saat menjadi Juara Piala Asia U-20, tahun 1961 meninggal dunia, di RS Pondok Indah, Jakarta, dalam usia, 81 tahun, lahir 4 Desember 1945.

Bagi mBah Coco, punya pengalaman selama di lingkungan sepakbola. Terutama di pertengahan 80-an, mBah Coco yang memperkuat tim SIWO DKI Jakarta, sering ujicoba bareng mantan tim nasional. Makanya, mBah Coco yang doyan motret kambuhan, sempat mendokumentasikan aksi Bob Hippy, di GBK Senayan.

Menjelang “pembrontakan” dan menggulingkan Nurdin Halid dari “kursi panas” tahun 2010, mBah Coco diminta Arifin Panigoro, untuk mengundang mantan-mantan pemain nasional. Bagaimana caranya, menggulingkan Nurdin Halid, yang sudah membangun “kartel” di sepakbola nasional.

Mereka yang diundang Arifin Panigoro, adalah Ronny Pattinasarany, Iswadi Idris, Sinyo Aliandu, dan Bob Hippy. “Ro, gue kalau sudah mendarat, langsung ke Jenggal, tolong bilangin ke Pak Arifin,” demikian tutur Bob Hippy.

Dan, setelah Nurdin Halid tergusur, saat Djohar Arifin terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, di Kongres PSSI, 11 Juni 2011 di Solo, maka salah satu anggota EXCO PSSI, 2011 – 2014 yang terpilih adalah Bob Hippy.

Dari gerbong Djohar Arifin, lahirnya Liga Primer Indonesia 2011, dan juga ada dualisme wadah kompetisi. Karena, PT Liga Indonesia, tetap menggelar Liga Indonesia. Yang akhirnya, tahun 2015, PSSI dibekukan oleh Menpora, Imam Nahrawi.

Selama berkarir di sepakbola, Bob Hippy dinilai mampu menjadi “young guns” Indonesia U-20, yang diterjunkan di Piala Asia U-20. Dan, saat dilatih Djamiat Dalhar dan Tony Pogacnik (Yugoslavia), Indonesia meraih gelar juara yunior pertama kalinya, 20 April 1961 di Stadion Raja Manggala Bangkok, Thailand. Namun, saat itu, Indonesia juara bersama Burma (sekarang Myanmar), gara-garanya belum ada regulasi jika seri, harus dilakukan adu penalti.

Di partai final, Indonesia U-20 sebagai juara bersama Burma, gara-garanya regulasi FIFA dan AFC belum ada regulasi tentang perpanjangan waktu, jika hasilnya seri, dan melakukan adu penalti. Saat itu, hasilnya Indonesia U-20 vs Burma U-20, adalah 0 – 0. Saat itu, Bob Hippy sebagai kapten, dan salah satu pemain yuniornya adalah Ipong Silalahi, Sonny Sandra (PSMS Medan), serta Faisal Yusuf (PSM Makassar).

Setelah masuk dalam daftar ‘Skandal Senayan” menjelang Asian games 1962 di Jakarta, Bob Hippy memilih “gantung sepatu” dan berbisnis. Salah satu yang digarap adalah masuk dalam gerbong Bimantara, untuk menjadi agen pesawat Boeing. Hingga pension, Bob Hippy sukses sebagai pengusaha pesawat terbang.

Saat Indonesia U-23 di Qatar 2023, Bob Hippy beserta istrinya, ikut memberi semangat anak-anak muda asuhan Shin Tae-yong, agar bisa lolos ke Olimpiade. Itulah keseharian Bob Hippy di sepakbola nasional. Hingga ada kabar Sabtu sore ini. Selamat jalan legenda sepakbola Indonesia.

Tidurlah dengan nyenyak bersama banyak pemain nasional yang mendahului. Wassalam!

Pos terkait