Menang 2-0, BTC Justru Dibayangi Boros Peluang dan Lambat Transisi

Jakarta | Mediaerabaru.com – Kemenangan 2-0 atas Bintang Ragunan belum sepenuhnya memuaskan BTC. Di balik dominasi permainan dan tiga poin yang berhasil diamankan pada lanjutan Liga Jakarta U-17 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (11/10), pasukan biru-biru masih menyimpan dua pekerjaan rumah: penyelesaian akhir dan transisi antarlini.

BTC sebenarnya tampil meyakinkan sejak menit awal. Permainan taktis dengan dukungan umpan-umpan terobosan membuat mereka lebih leluasa membongkar pertahanan Bintang Ragunan. Bahkan, pertandingan baru berjalan empat menit, BTC sudah unggul melalui Ibnu F Alhafiz yang menyambar bola rebound dari sepak pojok dengan tendangan first time.

Gol cepat itu membuka jalan bagi BTC untuk mengendalikan pertandingan. Penguasaan bola yang diperkirakan mencapai 65 persen membuat mereka lebih banyak mengatur irama permainan, sedangkan Bintang Ragunan kesulitan mengembangkan serangan karena aliran bola kerap dipotong lawan.

Namun, dominasi tersebut belum diikuti ketajaman yang sepadan. Sejumlah peluang emas gagal dimanfaatkan karena pemain depan BTC cenderung terburu-buru ketika berada di area penyelesaian. Salah satu kesempatan terbaik terbuang saat striker BTC berhadapan langsung dengan kiper, tetapi tembakannya justru berhasil ditepis.
Bintang Ragunan pun mampu menjaga harapan untuk bangkit. Barisan belakang mereka beberapa kali berhasil meredam serangan, sehingga skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, BTC kembali mengambil inisiatif serangan. Bintang Ragunan semakin banyak menghabiskan waktu untuk bertahan, sementara tekanan yang berulang kali datang menguras tenaga para pemainnya.

Ketahanan pertahanan Bintang Ragunan akhirnya runtuh pada menit ke-69. Galih Febrian menuntaskan serangan dari sisi kiri dengan penyelesaian dingin. Saat berhadapan dengan kiper Ahyan Zaki, Galih mencungkil bola melewati jangkauan sang penjaga gawang yang sudah keluar dari posisi ideal. Gol tersebut memastikan BTC memperlebar keunggulan menjadi 2-0 hingga pertandingan berakhir.

Pelatih BTC, Zico Berliani, menyebut kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras pemain sekaligus bukti bahwa materi latihan mulai bisa diterapkan dalam pertandingan. Meski demikian, ia tidak ingin timnya terlena dengan hasil akhir.

“Transisi antara lini yang perlu dievaluasi, karena saat kami menyerang, drop-nya agak lambat. Ini yang menjadi catatan kita”, ujar Zico.

Ia juga menyoroti efektivitas lini depan yang belum maksimal. Banyaknya kesempatan yang terbuang menjadi alasan BTC perlu meningkatkan ketenangan dan ketepatan dalam penyelesaian akhir.

“Jadi ada dua yang bakal kita perbaiki, transisi dan penyelesaian akhir”, katanya.

Dari kubu lawan, pelatih Bintang Ragunan, Teuku Chairul Wisal, mengakui BTC memiliki permainan yang lebih rapi. Namun, ia menilai timnya juga memberikan keuntungan kepada lawan akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi di lini pertahanan.

“Golnya bukan dari hasil kerja tim, namun dari bola keberuntungan”, ucapnya.

Menurut Teuku, komunikasi menjadi persoalan penting yang harus segera dibenahi. Pemain terkadang gagal menutup ruang kosong, sementara koordinasi antara kiper dan barisan belakang belum berjalan optimal dalam mengantisipasi serangan.

Evaluasi pun akan difokuskan pada pemahaman instruksi pelatih serta komunikasi antarpemain agar celah serupa tidak kembali dimanfaatkan lawan.

Bagi BTC, kemenangan ini menjadi tambahan modal dalam persaingan Liga Jakarta U-17. Namun, hasil 2-0 juga menjadi pengingat bahwa penguasaan bola dan banyaknya peluang belum cukup jika tidak diiringi penyelesaian yang efektif. Sementara bagi Bintang Ragunan, pembenahan komunikasi menjadi pekerjaan mendesak agar pertahanan mereka tidak kembali kehilangan konsentrasi di momen krusial.

Pos terkait