JAKARTA|MEB.COM – Penurunan fungsi kognitif memang kerap dianggap “takdir” saat usia bertambah. Namun riset terbaru justru mematahkan anggapan pasrah itu. Otak bisa dipertahankan tetap tajam—asal tahu pola makan yang tepat.
Sebuah studi besar yang dipublikasikan di jurnal JAMA Neurology dan dikutip dari Medical News Today mengungkap fakta mengejutkan: bukan diet ekstrem atau tren makan eksotis yang paling kuat melindungi daya ingat, melainkan pola makan sederhana bernama Diet DASH.
Studi Raksasa: 159 Ribu Orang, Hasilnya Konsisten
Penelitian ini menganalisis data lebih dari 159.000 orang dengan usia rata-rata 44 tahun, yang diambil dari tiga basis data besar:
Nurses’ Health Study, Nurses’ Health Study II, dan Health Professionals Follow-Up Study.
Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health membandingkan enam pola makan populer untuk melihat mana yang paling konsisten berkaitan dengan fungsi kognitif.
Hasilnya? Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) berada di posisi teratas dalam menekan risiko penurunan kognitif baik yang dirasakan secara subjektif maupun yang terukur lewat tes kognisi.
“Kami ingin melihat pola makan mana yang paling konsisten terkait kesehatan otak dalam populasi yang sama dengan metode seragam,” ujar Kjetil Bjornevik, MD, PhD, penulis senior studi tersebut.
Kenapa Diet DASH Unggul?
Diet DASH selama ini dikenal untuk mengontrol tekanan darah. Tapi justru di situlah kuncinya.
Otak sangat bergantung pada pembuluh darah yang sehat dan metabolisme yang stabil. Ketika tekanan darah terkontrol dan peradangan ditekan, risiko penurunan daya ingat ikut menurun.
Pola makan ini menekankan:
• Sayuran dan buah-buahan
• Ikan
• Biji-bijian utuh
• Kacang-kacangan
• Pembatasan natrium
Minim daging merah dan daging olahan
Sebaliknya, konsumsi daging merah, daging olahan, kentang goreng, dan minuman manis justru dikaitkan dengan hasil kognitif yang lebih buruk.
Menariknya, konsumsi anggur (wine) dalam jumlah sedang juga menunjukkan korelasi positif meski peneliti menegaskan hasil ini harus ditafsirkan hati-hati karena biasanya berkaitan dengan gaya hidup sehat lainnya.
Tak Perlu Diet Aneh-Aneh
Spesialis penyakit dalam dari Healthy Brain Clinic, Dung Trinh, MD, menyebut temuan ini sebagai kabar baik.
“Kamu tidak membutuhkan diet yang sempurna atau eksotis. Perubahan stabil dan praktis dalam pola makan jauh lebih penting terutama jika dimulai sejak usia paruh baya,” tegasnya.
Artinya, menjaga kesehatan otak bukan soal ikut tren diet viral, melainkan konsistensi memperbaiki kualitas makan sehari-hari.
Hubungan Jantung dan Otak Tak Terpisahkan
Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penurunan kognitif. Diet DASH yang dirancang untuk menurunkan tekanan darah otomatis ikut melindungi fungsi otak.
Selain itu, kandungan antioksidan dan nutrisi anti-inflamasi dalam pola ini membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan saraf dua faktor yang semakin diakui sebagai pemicu penuaan otak.
Meski penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, bukti yang terkumpul semakin menguatkan satu pesan penting: apa yang Anda makan hari ini menentukan kejernihan berpikir Anda di masa depan.***


