Duka Anji, Sang Ibu Wafat Tanpa Gejala yang Terlihat

JAKARTA|MEB.COM – Duka mendalam menyelimuti musisi Erdian Aji Prihartanto setelah sang ibunda tercinta, Siti Sundari, mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 26 Maret 2026. Kepergian yang datang tiba-tiba ini meninggalkan luka sekaligus kisah haru yang kini menyentuh publik.
Tak ada tanda mencurigakan sebelumnya. Justru di malam terakhir, sang ibu masih terlihat sehat dan aktif. Ia bahkan sempat berbincang hangat dengan keluarga hingga larut malam, lalu melanjutkan obrolan panjang dengan asisten Anji hingga dini hari. Sebelum beristirahat, ia sempat mengirim pesan singkat sebuah kalimat sederhana yang kini terasa begitu dalam: pamit untuk tidur.

Namun pagi harinya berubah menjadi momen paling mengejutkan dalam hidup Anji. Sekitar pukul 07.20 WIB, ia mendapat kabar bahwa sang ibu tak kunjung bangun. Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari menuju rumah ibunya yang tak jauh dari kediamannya. Dengan penuh harap, ia mencoba membangunkan sang ibu namun yang tersisa hanya napas lemah yang perlahan menghilang.

Kepergian ini terasa semakin menyayat karena di mata Anji, sang ibu tengah berada dalam fase paling bahagia. Sejak Ramadan hingga Lebaran, ia tampak sehat, ceria, dan aktif bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tidak ada keluhan, tidak ada tanda sakit semuanya seolah berjalan normal, bahkan penuh kebahagiaan.

Di balik duka itu, Anji mengungkap keputusan besar yang telah ia ambil sejak 2024: mengurangi drastis aktivitas panggung demi keluarga. Setelah hampir dua dekade sibuk manggung, ia memilih membatasi jadwal hanya empat kali sebulan. Baginya, waktu bersama orang tua dan anak jauh lebih berharga dibanding sekadar materi.
“Saya tidak mau punya banyak uang tapi kehilangan waktu bersama keluarga,” ungkapnya dengan suara bergetar. Ia ingin lebih hadir, merawat, dan membangun kedekatan emosional terutama dengan sang ibu yang kini telah tiada.

Kesedihan Anji semakin dalam karena satu rencana indah harus kandas. Sang ibu sejatinya akan tampil dalam video klip lagu terbarunya berjudul Kau, yang dijadwalkan syuting pada akhir Maret. Semua sudah dipersiapkan matang—dari konsep hingga jadwal produksi. Namun takdir berkata lain.

Lagu Kau sendiri memiliki makna emosional yang kuat. Dirilis 10 tahun setelah lagu hit Dia, karya ini disebut sebagai refleksi perasaan terdalam Anji.

Bahkan beberapa liriknya kini terasa seperti pesan terakhir untuk sang ibu:

“Kau kupeluk, kutemani, kusayangi sampai mati…”
“Dalam doaku yang paling sunyi, hanya namamu yang kulangitkan…”

Kini, lagu itu tak lagi sekadar karya musik melainkan menjadi pengingat abadi tentang cinta, kehilangan, dan penyesalan yang tak bisa diulang.***

Pos terkait