DUBAI|MEB.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Teluk. Namun hanya beberapa menit setelah pernyataan tersebut disiarkan, laporan mengenai ledakan di langit Doha kembali muncul dan sirene keamanan berbunyi.
Dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, Pezeshkian mengatakan bahwa kepemimpinan sementara Iran telah menyepakati untuk tidak lagi menyerang negara-negara tetangga.
“Dewan kepemimpinan sementara menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak akan lagi diserang, dan tidak akan ada rudal yang diluncurkan ke arah mereka kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah tersebut,” kata Pezeshkian, seperti dikutip Al Jazeera.
Dalam pidato yang sama, Presiden Iran juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara di kawasan yang terdampak serangan beberapa hari terakhir.
“Saya meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang telah menjadi sasaran serangan Iran,” ujarnya.
Namun situasi di kawasan Teluk tetap tegang. Tak lama setelah pidato itu disiarkan, laporan mengenai aktivitas militer kembali muncul. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah drone yang diduga berasal dari Iran menghantam area di sekitar Dubai International Airport.
Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan di bandara tersebut, yang merupakan salah satu bandara internasional tersibuk di dunia.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara Teluk dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk Bahrain, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates.
Eskalasi ini terjadi di tengah konflik yang semakin meningkat antara Iran dengan United States dan Israel.
Pezeshkian juga menanggapi tuntutan Amerika Serikat agar Iran menyerah tanpa syarat. Ia menilai tuntutan tersebut tidak realistis.
“Tuntutan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus mereka bawa sampai ke liang kubur,” kata Pezeshkian.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari itu meningkat tajam setelah serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melancarkan sejumlah serangan drone dan rudal yang menargetkan aset Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan Teluk.
Ketegangan yang terus meningkat ini berdampak pada berbagai sektor, terutama penerbangan sipil dan keamanan kawasan. Komunitas internasional kini memantau situasi tersebut dengan kekhawatiran, mengingat potensi meluasnya konflik di salah satu kawasan paling strategis di dunia.***


