YOGYAKARTA|MEB.COM – Suasana Lebaran 1447 H di Pasar Ngasem Yogyakarta begitu meriah. Setiap pagi, antrean pengunjung untuk sarapan atau mencicipi kuliner tradisional memanjang hingga 20 menit per orang, tapi hal itu tak mengurangi semangat pengunjung.

Wisatawan dari Surabaya, Jakarta, bahkan warga Tangerang seperti Hartatik, mengaku tidak keberatan menunggu. “Tidak masalah mengantri, karena rasanya benar-benar terbayar,” ujarnya sambil menikmati seporsi Yu Ngademi, hidangan tradisional khas pasar yang manis dan lembut.
Selain Yu Ngademi, es teler durian menjadi primadona lain yang dicari pengunjung. Kombinasi durian asli, santan, dan sirup manis membuat hidangan ini laris manis dan menjadi alasan banyak wisatawan rela menunggu panjang.
Pasar Ngasem memang terkenal sebagai pusat kuliner pagi Yogyakarta, menjual hidangan seperti Gudeg, Sate Klathak, Kipo, Yu Ngademi, dan Es Teler Durian. Momen Lebaran membuat pasar ini semakin hidup, menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman autentik dan rasa khas Yogyakarta.

Pengelola pasar menyebut, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, membuat suasana semakin meriah. Meskipun antrean panjang, keramahan penjual dan kualitas makanan tetap menjadi daya tarik utama.
Bagi wisatawan, antrian panjang bukan sekadar tantangan, tetapi bagian dari cerita tersendiri yang akan dikenang sebagai pengalaman Lebaran di Yogyakarta.***


