JAKARTA|MEB.COM — Pemerintah melalui Kementerian Agama RI dijadwalkan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis sore. Sidang ini menjadi momen penting yang dinantikan masyarakat untuk memastikan kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 dirayakan secara resmi di Indonesia.
Sidang akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, proses penetapan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Kementerian Agama melibatkan berbagai pihak dalam sidang tersebut, mulai dari ahli astronomi, perwakilan organisasi masyarakat Islam, hingga lembaga terkait seperti BMKG dan BRIN. Data hasil pemantauan hilal dari berbagai titik di Indonesia akan menjadi bahan utama dalam pengambilan keputusan.
Penentuan ini dilakukan pada 29 Ramadan 1447 H, hari krusial dalam kalender Hijriah. Jika hilal terlihat, maka 1 Syawal akan jatuh keesokan harinya. Namun jika tidak, bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab. Perbedaan metode ini berpotensi memunculkan perbedaan penetapan hari Lebaran, meski pemerintah tetap mengedepankan keputusan sidang isbat sebagai acuan nasional.
Hasil sidang isbat akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama setelah pelaksanaan sidang pleno, biasanya usai Salat Magrib. Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi tersebut guna menjaga kebersamaan dalam merayakan hari raya.
Dengan pelaksanaan sidang isbat ini, pemerintah berharap penetapan Idul Fitri dapat diterima secara luas dan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di seluruh Indonesia.***


