Polri–Universitas Borobudur Bangun Pusat Studi untuk Smart Policing

JAKARTA|MEB.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat langkah transformasi institusi melalui pengembangan sektor pendidikan berbasis kolaborasi dengan perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Polri dan Universitas Borobudur dalam pembentukan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah penguatan riset, kajian akademik, dan pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa pembentukan pusat studi kepolisian merupakan bagian penting dari agenda transformasi Polri yang lebih adaptif, terbuka, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Quick Wins Polri di Mabes Polri.

Menurutnya, kolaborasi dengan dunia akademik menjadi ruang strategis bagi Polri untuk memperkuat pendekatan berbasis riset dalam merumuskan kebijakan kepolisian.

Sementara itu, Universitas Borobudur menyambut baik kerja sama tersebut. Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum.

Secara nasional, penguatan kerja sama Polri dengan perguruan tinggi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat 77 nota kesepahaman (MoU) telah terjalin dengan berbagai kampus di Indonesia, 25 universitas telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan membentuk Pusat Studi Kepolisian, serta 16 pusat studi telah dikembangkan di lingkungan STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

Pusat Studi Kepolisian ini diarahkan untuk mendukung konsep Smart Policing, yang menekankan pendekatan prediktif, adaptif, dan berbasis teknologi dalam pelayanan kepolisian. Konsep ini juga mencakup penguatan pelayanan publik, penanganan masalah sosial secara sistematis, hingga respons terhadap tantangan di ruang digital.

Sebagai implementasi di lapangan, Polres Metro Jakarta Timur bersama Universitas Borobudur telah memulai langkah awal pembentukan Posko Pusat Studi Kepolisian. Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar melakukan audiensi ke kampus Universitas Borobudur pada 7 April 2026 untuk membahas teknis pelaksanaan kerja sama tersebut.

Pertemuan itu membahas berbagai aspek, mulai dari pertukaran data, riset ilmiah, hingga program pengabdian masyarakat di wilayah Jakarta Timur. Dari hasil audiensi tersebut, disepakati pula pembentukan posko sebagai sekretariat bersama kegiatan pusat studi di lingkungan kampus.

Melalui kolaborasi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat sinergi dengan dunia akademik dalam mendukung kebijakan yang lebih presisi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.|Rully*

Pos terkait