JAKARTA|MEB.COM – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan kuat yang menggema di momen Paskah 2026. Lewat akun media sosial resminya, Minggu (5/4/2026), ia tak sekadar memberi ucapan, tetapi juga menegaskan harapan besar akan kedamaian yang menyentuh seluruh umat manusia.
“Selamat Hari Paskah kepada saudara-saudara umat Nasrani. Semoga membawa kedamaian dan kebaikan bagi kita semua,” tulis Prabowo.
Pesan itu diunggah bersama visual sederhana namun sarat makna sebuah ajakan persaudaraan lintas iman di tengah dinamika global yang kerap diwarnai konflik.
Gaung seruan damai ini sejalan dengan pesan dunia yang lebih luas. Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, dalam pidato Paskahnya turut mengingatkan bahaya perpecahan akibat perang, ketidakadilan, hingga isolasi antarbangsa. Ia menyerukan dunia yang lebih bersatu, menolak retakan kemanusiaan yang semakin nyata.
Di dalam negeri, suara serupa juga datang dari Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam pesannya sehari sebelumnya di Jakarta, ia menekankan bahwa Paskah bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, semangat Paskah harus diterjemahkan menjadi aksi nyata: mempererat persaudaraan, menjaga harmoni, serta membangun Indonesia yang damai di tengah keberagaman. Ia bahkan mengajak umat Kristiani untuk turut mendoakan bangsa agar tetap tenteram dan penuh kesejukan.
Perayaan Paskah sendiri menjadi puncak perjalanan iman umat Kristiani setelah melalui masa Prapaskah selama 40 hari, dilanjutkan dengan rangkaian sakral seperti Minggu Palma hingga Trihari Suci—Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili.
Di tengah dunia yang terus diuji berbagai krisis, pesan dari para pemimpin ini menjadi pengingat: Paskah bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang harapan baru—bahwa kedamaian masih mungkin diperjuangkan, dimulai dari persatuan dan kepedulian antar sesama.***


