REKOR! Arus Balik Lebaran 2026 Tembus 256.388 kendaraan

SUKOHARJO|MEB.COM — Gelombang arus balik Lebaran 2026 benar-benar mencetak sejarah baru. Ribuan kendaraan tumpah ruah menuju Jakarta, bahkan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Data Korlantas Polri menunjukkan lonjakan yang tak pernah terjadi sebelumnya, menandai pergerakan pemudik terbesar dalam satu periode arus balik.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah mencapai 256.388 kendaraan. Angka ini melesat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 256.388 kendaraan.

Lonjakan drastis ini mencerminkan peningkatan sebesar 14,8 persen, sekaligus menjadi indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran semakin tinggi dari tahun ke tahun. Situasi ini pun sempat memicu kepadatan luar biasa di sejumlah titik krusial jalur Trans Jawa.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan kondisi tetap dalam kendali. Berbagai strategi rekayasa lalu lintas diterapkan secara intensif untuk meredam potensi kemacetan parah, mulai dari skema one way nasional hingga intervensi lokal di sejumlah titik rawan.

Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari arah Semarang, diperkuat dengan skema one way lokal di ruas KM 460 hingga KM 414. Langkah ini terbukti efektif mengurai kepadatan yang sempat mengular di wilayah Jawa Tengah hingga mendekati Cikampek.

Tak hanya itu, pengoperasian fungsional Tol Japek II juga menjadi kunci penting dalam mengendalikan arus kendaraan, terutama pada titik pertemuan arus dari Jawa Barat menuju Jakarta. Strategi ini membantu mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

Secara keseluruhan, hingga saat ini sekitar 58 persen kendaraan atau setara 1.958.000 unit telah kembali ke Jakarta. Artinya, mayoritas pemudik telah menuntaskan perjalanan balik mereka lebih awal dari perkiraan.

Namun pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Sekitar 250 ribu kendaraan lainnya masih dalam perjalanan dan diprediksi akan terus mengalir hingga 29 Maret 2026. Situasi ini membuat aparat tetap siaga penuh untuk memastikan arus balik tetap aman dan lancar.

Operasi Ketupat 2026 sendiri telah digelar selama 13 hari, melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan serta ribuan pos pengamanan dan pelayanan. Fokus pengamanan tidak hanya pada jalur mudik, tetapi juga mencakup ratusan ribu objek vital seperti tempat ibadah, pusat wisata, hingga transportasi publik.

Di tengah lonjakan besar ini, satu hal yang menjadi sorotan: arus balik Lebaran 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan fenomena mobilitas nasional yang mencerminkan denyut ekonomi dan pergerakan masyarakat Indonesia yang kian masif.|Ucha*

Pos terkait