JAKARTA|mediaerabaru.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat upaya pengembangan ekosistem karbon biru nasional dengan menjajaki kerja sama bersama Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi biru, meningkatkan aksi mitigasi perubahan iklim, serta membuka peluang investasi pada sektor karbon di Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, sinergi tersebut berpotensi menghadirkan investasi, pengembangan teknologi, dan skema pembiayaan inovatif guna meningkatkan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru, seperti hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Sejalan dengan itu, KKP juga tengah merevisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor kelautan sebagai landasan regulasi pengembangan karbon biru.
“Salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak. Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/7).
Dalam pertemuan dengan jajaran Rubicon Carbon di Kantor KKP, Trenggono memaparkan rencana pengembangan proyek restorasi mangrove berskala besar di Pantai Utara Jawa serta penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pemantauan terhadap kondisi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.
Melalui kemitraan tersebut, KKP akan menjajaki penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, hingga akses ke pasar karbon internasional. Tahapan ini diharapkan mampu menghasilkan proyek karbon biru berstandar global yang menarik minat pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.
Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji, menyatakan pihaknya melihat Indonesia memiliki peluang besar menjadi contoh pengembangan proyek restorasi mangrove berskala dunia. Menurutnya, Rubicon Carbon siap mendukung pengembangan proyek karbon biru berkualitas tinggi yang dapat direplikasi di berbagai negara. Sementara itu, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon, Filipe Blackwood Oliveira, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan proyek karbon memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
KKP menegaskan seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama. Pemerintah berharap kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat dapat memperkuat pencapaian target iklim nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi biru Indonesia.***


