PURWOKERTO|Mediaerabaru.com – Suasana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berubah menjadi kepanikan setelah tribun VIP ambruk pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sedikitnya 75 penonton mengalami luka-luka, mulai dari cedera ringan hingga patah tulang, dan seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan korban. Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, RS Orthopaedi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Ananda, serta RS Geriatri. Pemerintah Kabupaten Banyumas juga meminta penyelenggara bertanggung jawab dan mendampingi seluruh korban hingga mendapatkan penanganan medis yang layak.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi memastikan kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun. Polisi juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan maupun aspek keselamatan konstruksi tribun. Penyelidikan melibatkan pemeriksaan saksi, dokumentasi lokasi, serta evaluasi terhadap standar keamanan arena.
Berdasarkan kesaksian sejumlah penonton, tribun sebenarnya telah bergoyang sejak prosesi pembukaan ketika lagu Indonesia Raya dan Mars IMI dikumandangkan. Kondisi semakin tidak stabil saat panitia membagikan merchandise sehingga banyak penonton berdiri, berpindah posisi, dan berkumpul di satu sisi tribun. Tak lama kemudian, struktur tribun roboh ke arah selatan dan menyebabkan penonton saling bertumpukan. Beberapa saksi juga mengaku sempat mendengar suara berdecit sebelum konstruksi runtuh.
Sejumlah korban dilaporkan mengalami cedera ortopedi, termasuk dugaan patah tulang, luka benturan, hingga cedera pada punggung akibat tertimpa penonton lain. Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi, sementara panitia menghentikan seluruh rangkaian Kejurnas Drift demi memudahkan penyelamatan korban dan sterilisasi area.
Hingga kini, penyebab pasti ambruknya tribun belum disimpulkan. Namun, dugaan kelebihan kapasitas penonton menjadi salah satu aspek yang sedang didalami bersama kondisi konstruksi tribun dan sistem pengawasan keselamatan selama penyelenggaraan acara. Hasil penyelidikan kepolisian nantinya akan menentukan apakah terdapat unsur pidana atau pelanggaran terhadap standar keselamatan publik. |Suyatmi*


