Jakarta | Mediaerabaru.com – Jangan anggap makanan yang kita konsumsi aman-aman saja, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merilis tentang makanan aman “food safety”. Dan ternyata dari 9 penduduk dunia 1 yang terkontaminasi akibat makanan, Kamis (03/09) .
Diperkirakan ada 866 juta juta yang terdampak makanan, menurut Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Prof Tjandra Yoga, ada 5 penyebab keracunan makanan karena bakteri, antara lain Campylobacter, enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC), Shigella dan Shiga toxin-producing E. coli (STEC), Listeria dan Vibrio cholerae.
Lalu akibat virus, yang paling sering adalah Norovirus, dan juga ada ada kemungkinan peran virus Hepatitis A dan Hepatitis E. Ke tiga karena parasit, seperti Taenia solium, Opisthorchis viverrini, Clonorchis sinensis, toxoplasma dan Trypanosoma cruzi.
Selain bakteri dan virus, karena Prion, seperti Bovine spongiform encephalopathy (BSE) pada sapi yang berhubungan dengan varian Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD) pada manusia.
Lebih lanjut dikatakan, kelima adalah kontaminasi bahan kimia. Ini meliputi logam, seperti arsen, merkuri dan kadmium, berbagai jenis toksin seperti mycotoxins, marine biotoxins, dan cyanogenic glycosides, serta “Persistent organic pollutants (POPs)” seperti dioxin dan polychlorinated biphenyls (PCBs).
Ia mengingatkan, terkait keamanan makanan dipengaruhi perubahan cuaca, masyarakat harus mewaspadai faktor cuaca tersebut terutama bagi mereka yang mengelola makanan bergizi. Agar kejadian keracunan makanan di berbagai daerah tak terulang.


