Jakarta | Mediaerabaru.com – Menghadapi ancaman multidimensi di tengah dinamika konflik global, sinergi lintas institusi dan keselarasan pembangunan pertahanan nasional menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., saat memberikan ceramah kepada 110 peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam ceramah bertema “Pembinaan Kekuatan TNI Angkatan Udara dalam Menghadapi Ancaman Multidimensi: Mewujudkan Kesiapan Operasional TNI AU di Tengah Dinamika Konflik Global” tersebut, Kasau menjelaskan bahwa konflik modern tidak hanya menguji kekuatan militer, tetapi juga ketahanan ekonomi, energi, logistik, dan kemampuan suatu bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman secara bersamaan.
Kasau menegaskan bahwa pertahanan negara bukan hanya menjadi tugas satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa. Dalam konteks tersebut, TNI AU terus membangun kekuatan udara yang terintegrasi melalui penguatan sistem pertahanan udara, penegakan hukum di ruang udara, kesiapan pangkalan, serta peningkatan kompetensi personel.
“Kesiapan operasional tidak diukur dari jumlah pesawat yang ada di landasan. Kesiapan operasional diukur dari keseimbangan antara tujuan, cara, dan sarana yang ada,” ujar Kasau.
Lebih lanjut, Kasau menekankan bahwa menjaga kedaulatan udara tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan TNI AU, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor.
Melalui sinergi komponen bangsa dan pembangunan pertahanan yang berkesinambungan, TNI AU terus memperkuat kesiapan menghadapi ancaman multidimensi sekaligus menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.


