HEBOH! Ledakan Masjid di Jember Bukan Teror, Polisi Ungkap Faktanya

JEMBER|MEB.COM – Misteri ledakan yang mengguncang sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember akhirnya mulai terkuak. Setelah sempat memicu kepanikan warga dan spekulasi liar, polisi memastikan: ini bukan aksi teror.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026), mengungkap hasil penyelidikan intensif tim gabungan lintas satuan. Mulai dari Unit Identifikasi, Labfor Polda Jawa Timur, hingga Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri, semuanya dikerahkan untuk membongkar penyebab ledakan yang terjadi pada Senin malam (16/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB itu.

“Hasil analisis sementara memastikan tidak ditemukan unsur bahan peledak,” tegas Kapolres, mematahkan isu teror yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.

Alih-alih bom, polisi justru menemukan indikasi lain yang tak kalah mengejutkan. Ledakan diduga kuat dipicu oleh reaksi panas berlebih dari zat kimia tertentu yang tersimpan di dalam sebuah lemari besi di area masjid. Beberapa senyawa yang disebut antara lain Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin), yang berpotensi bereaksi jika mengalami peningkatan suhu ekstrem.

Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar panik. Namun, situasi kini telah kembali normal. Garis polisi sudah dicabut sehari setelah kejadian, dan masjid bahkan sudah kembali digunakan untuk ibadah, termasuk salat berjamaah.

Polisi juga turun langsung membersihkan lokasi bersama warga sebagai bentuk pemulihan cepat agar aktivitas keagamaan tidak terganggu lebih lama.

Meski penyebab awal sudah teridentifikasi, aparat menegaskan penyelidikan belum ditutup. Pendalaman terus dilakukan untuk memastikan secara pasti bagaimana zat tersebut bisa memicu ledakan di dalam lingkungan masjid.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. “Tetap tenang dan jaga kondusivitas wilayah,” pesan Kapolres.

Kasus ini menjadi pengingat keras: bahaya tidak selalu datang dari luar, tapi bisa muncul dari kelalaian terhadap bahan berisiko tinggi di sekitar kita.|Bagus Wirawiri*

Pos terkait