China Salip Jepang di Pasar Mobil Australia

JAKARTA|MEB.COM – Australia resmi mencatat babak baru dalam sejarah industri otomotifnya. Untuk pertama kalinya dalam 28 tahun terakhir, China merebut posisi sebagai sumber utama kendaraan baru di Negeri Kanguru, mematahkan dominasi Jepang yang tak tergoyahkan sejak 1998.

Data terbaru dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) per Februari menunjukkan, kendaraan asal China terjual 22.362 unit secara nasional. Angka ini melampaui Jepang yang membukukan 21.671 unit, serta Thailand dengan 19.493 unit.
Lonjakan ini bukan sekadar statistik—ini adalah sinyal perubahan peta kekuatan otomotif global.

28 Tahun Berakhir dalam Satu Bulan

Selama hampir tiga dekade, Jepang tak pernah tergeser sebagai pemasok utama kendaraan ke Australia setiap bulan. Namun Februari 2026 menjadi titik balik dramatis.
Chief Executive Officer FCAI, Tony Weber, menegaskan perubahan tersebut sebagai momen bersejarah.

“Setelah 28 tahun, posisi Jepang akhirnya disalip oleh China sebagai sumber kendaraan terbesar bagi pasar Australia dalam satu bulan.”

Total penjualan kendaraan baru di Australia pada Februari mencapai 90.712 unit. Dari jumlah itu, pabrikan China menggenggam pangsa pasar 24,6 persen hampir seperempat pasar nasional dalam satu bulan.

Serbuan Merek China Tak Terbendung

Invasi otomotif China tak terjadi dalam semalam. Sejak 2020, dari 10 merek baru yang masuk ke pasar Australia, sembilan di antaranya berasal dari China. Strateginya jelas: harga kompetitif, teknologi canggih, desain agresif, dan ekspansi jaringan dealer yang masif.

Salah satu bintang utamanya adalah BYD. Pada Februari saja, BYD mencatat 5.323 unit penjualan. Dalam dua bulan pertama 2026, penjualannya telah menembus 10.324 unit—melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya 3.956 unit.
Angka ini menunjukkan akselerasi yang bukan lagi sekadar tren, melainkan transformasi permanen.

Era Mobil Listrik Menguat

Momentum China semakin diperkuat oleh gelombang elektrifikasi. FCAI mencatat kendaraan listrik murni berbasis baterai (BEV) menyumbang rekor 11,8 persen dari total penjualan Februari.

China, yang dikenal agresif dalam pengembangan kendaraan listrik, berada di posisi strategis untuk menguasai segmen ini.
Australia sendiri dikenal sebagai salah satu pasar otomotif paling terbuka dan kompetitif di dunia. Siapa pun bisa masuk dan bersaing dan kini China membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemain tambahan, melainkan penantang utama.***

Pos terkait