Tragedi Rel Bekasi: Tabrakan Keras KRL vs Argo Bromo, 5 Penumpang Tewas

BEKASI|MEB.COM — Suasana duka menyelimuti Bekasi Timur setelah insiden tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek pada Senin malam (27/4/2026). Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya empat penumpang dan melukai puluhan lainnya dalam peristiwa yang berlangsung cepat dan mengejutkan.

Insiden bermula ketika KRL rute Jakarta–Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan di lintasan. Sejumlah penumpang menyebut kereta sempat tertahan cukup lama sebelum akhirnya terjadi benturan keras dari arah belakang.

Dalam hitungan detik, kereta Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang rangkaian KRL. Suara benturan keras menggema dan membuat kepanikan di dalam gerbong. Beberapa bagian kereta dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk gerbong yang terhimpit dan sulit dievakuasi.

“Suara benturannya sangat keras, seperti ledakan. Semua orang langsung panik,” ujar salah satu penumpang selamat di lokasi kejadian.

Gerbong yang paling terdampak dilaporkan mengalami kerusakan parah, membuat sejumlah penumpang terjebak sebelum berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan. Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah kondisi malam yang gelap dan puing-puing kereta yang berserakan.

Pihak PT KAI menyampaikan bahwa sedikitnya 71 korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Lima di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi serta investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada gangguan di lintasan sebelum akhirnya terjadi rangkaian peristiwa yang berujung pada tabrakan maut tersebut.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan perjalanan di jalur rel yang padat aktivitas.***

Pos terkait