Kebakaran Binus Kebun Jeruk Jakbar, Kuliah Dialihkan Secara Daring

JAKARTA|MEB.COM – Kebakaran yang melanda auditorium Kampus Binus Cakra di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat pagi (22/5/2026), memicu kepanikan dan menjadi perhatian publik. Insiden yang terjadi saat aktivitas kampus belum sepenuhnya dimulai itu membuat pihak kampus bergerak cepat dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan tatap muka dan mengalihkan perkuliahan ke sistem daring demi menjaga keselamatan mahasiswa dan staf.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan situasi mulai terkendali. Meski kepulan asap sudah tidak terlihat, sejumlah petugas pemadam kebakaran masih berjaga dan melakukan penyisiran di area gedung untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Suasana kampus tampak berbeda dari biasanya. Beberapa akses menuju area terdampak dijaga ketat oleh petugas keamanan guna membatasi aktivitas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, sejumlah mahasiswa masih terlihat mendatangi kampus untuk mencari informasi terkait jadwal perkuliahan serta kondisi gedung yang terbakar.

Pihak keamanan kampus memastikan seluruh aktivitas akademik sementara dipindahkan ke sistem online hingga proses sterilisasi dan pemeriksaan bangunan selesai dilakukan. “Semua mahasiswa dan karyawan diliburkan dari aktivitas di kampus hari ini. Jika ada kelas, seluruhnya dilakukan secara daring,” ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.

Kebakaran pertama kali dilaporkan warga sekitar pada pukul 05.30 WIB. Api diketahui muncul di auditorium lantai 4 kompleks Binus Cakra yang berada di Jalan Raya Kebon Jeruk Nomor 27, Jakarta Barat. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 05.41 WIB dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel guna mencegah api merambat ke bagian gedung lainnya.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB. Namun hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun besaran kerugian akibat insiden yang mengejutkan civitas akademika Binus tersebut.***

Pos terkait