JAKARTA|MEB – Drama Hukum Selebgram Nabila O’Brien Meledak! Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Polri Buka Suara
Kasus yang menyeret selebgram Nabila O’Brien kini berubah menjadi polemik besar di ruang publik. Perempuan yang sebelumnya mengaku menjadi korban pencurian di restoran miliknya justru mengklaim dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Polri setelah mengunggah rekaman CCTV kejadian tersebut ke media sosial.
Kisah ini langsung memicu gelombang perhatian publik karena dianggap janggal: seorang korban yang membeberkan bukti dugaan pencurian justru terseret ke pusaran perkara hukum.
Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia akhirnya memberikan penjelasan resmi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kepolisian akan menelusuri seluruh keluhan yang muncul dalam kasus ini secara terbuka.
Menurutnya, proses hukum masih berjalan dan penyidik tengah mendalami berbagai laporan yang masuk.
“Polri berkomitmen menindaklanjuti setiap keluhan yang muncul dan akan mendalami seluruh fakta yang ada,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya.
Laporan Saling Balas, Kasus Semakin Rumit
Dari hasil penelusuran awal, polisi menemukan adanya dua konstruksi perkara yang saling berkaitan. Kedua pihak yang terlibat sama-sama membuat laporan ke polisi sehingga proses hukum berjalan paralel.
Di satu sisi, ada laporan dugaan pencurian yang dilayangkan pihak restoran. Namun di sisi lain, muncul laporan balik terkait dugaan pelanggaran Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik setelah rekaman CCTV disebarkan ke media sosial.
Situasi inilah yang membuat kasus tersebut menjadi kompleks dan memicu perdebatan luas di masyarakat.
Lima Bulan Bungkam, Akhirnya Buka Suara
Lewat akun Instagram pribadinya @nabobrien, Nabila mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut.
Ia mengklaim bahwa dirinya sebenarnya adalah korban pencurian, namun justru harus menghadapi status tersangka dalam perkara yang sedang ditangani penyidik.
“Saya korban pencurian yang justru menjadi tersangka di Bareskrim. Saya diam selama lima bulan karena takut untuk bersuara,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral.
Setelah lama menahan diri, ia akhirnya memutuskan berbicara ke publik dengan harapan mendapat kejelasan hukum.
Klaim Tekanan dan Permintaan Uang
Dalam pengakuannya, Nabila juga menyampaikan tuduhan mengejutkan. Ia mengaku selama beberapa bulan terakhir mendapat tekanan untuk menyatakan bahwa rekaman CCTV yang ia unggah merupakan fitnah.
Tak hanya itu, ia mengklaim ada permintaan uang dalam jumlah besar agar persoalan tersebut selesai.
“Selama lima bulan saya diminta mengakui bahwa CCTV yang saya unggah adalah fitnah. Saya juga diminta uang Rp1 miliar,” tulisnya.
Pernyataan ini langsung memicu kehebohan di media sosial karena menyangkut dugaan intimidasi dalam proses sengketa hukum.
Awal Keributan di Restoran Kemang
Peristiwa yang menjadi akar konflik ini terjadi pada September 2025 di restoran milik Nabila di kawasan Kemang.
Saat restoran sedang ramai, sepasang pelanggan diduga kehilangan kesabaran karena pesanan belum juga datang. Seorang perempuan bahkan disebut masuk ke area dapur yang sebenarnya merupakan zona terbatas bagi pengunjung.
Menurut penuturan Nabila, perempuan tersebut memaki kepala dapur dan mengancam akan merusak restoran.
Keributan semakin memanas ketika pria yang datang bersamanya ikut masuk ke dapur. Ia diduga memukul lemari pendingin, memaki staf, dan menunjuk kepala pegawai restoran.
Makanan Dibawa Pergi Tanpa Bayar
Situasi sempat mereda, namun pasangan tersebut kemudian meninggalkan restoran sambil membawa pesanan tanpa melakukan pembayaran.
Berdasarkan rekaman CCTV, mereka membawa 11 bungkus makanan dan tiga minuman dengan nilai sekitar Rp530 ribu.
Seorang staf bahkan sempat mengejar hingga ke area parkir untuk meminta pembayaran, tetapi upaya itu gagal.
Menurut pesan yang dibagikan staf kepada Nabila, pelanggan tersebut malah mengancam akan melempar makanan jika tetap diminta membayar.
Tak lama setelah itu, mobil mereka melaju meninggalkan lokasi.
Status Hukum Berbalik
Dalam perkembangan penyidikan, pasangan yang diduga membawa makanan tanpa membayar musisi Zendhy Kusuma dan istrinya Evi Santi dilaporkan dalam kasus dugaan pencurian.
Namun mereka kemudian melaporkan balik Nabila atas penyebaran rekaman CCTV di media sosial.
Dari sinilah konflik hukum berubah menjadi drama panjang yang kini menjadi sorotan publik.
Publik Menunggu Kejelasan
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyentuh dua isu sensitif sekaligus: dugaan pencurian dan penyebaran rekaman CCTV di ruang publik.
Polri memastikan penyidikan masih berjalan dan perkembangan perkara akan disampaikan kepada masyarakat.
Sementara itu, Nabila berharap kasus ini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar kepastian hukum bisa segera terwujud.***


