JAKARTA|Mediaerabaru.com – ANTV kembali menjadi perhatian publik setelah pedangdut sekaligus pengusaha Inul Daratista mengungkapkan bahwa honor penampilannya sejak 2017 disebut belum seluruhnya dibayarkan. Pengakuan tersebut memicu respons luas dari kalangan artis, manajemen hiburan, hingga warganet yang mengaitkannya dengan kondisi keuangan perusahaan induk ANTV, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), yang dalam beberapa tahun terakhir masih membukukan kerugian serta pernah terlibat dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Pernyataan Inul kemudian diikuti sejumlah pengakuan dari pelaku industri hiburan. Manajer artis Mak Vera menyebut masih terdapat tagihan honor yang belum terselesaikan. Bahkan, beredar klaim bahwa terdapat artis yang telah meninggal dunia namun hak honornya belum diterima ahli waris. Isu tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial dan memunculkan tuntutan agar seluruh kewajiban kepada para pekerja kreatif segera diselesaikan.
Di sisi lain, pihak ANTV akhirnya memberikan tanggapan atas polemik tersebut. Manajemen menyatakan tetap menghormati seluruh pihak yang pernah bekerja sama dan mengaku berkomitmen menyelesaikan kewajiban sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, hingga kini belum seluruh pihak yang mengaku memiliki piutang menyatakan persoalan tersebut telah tuntas sehingga polemik masih berlanjut.
Sorotan terhadap ANTV juga menyeret kondisi bisnis grup media tersebut. Sejumlah analis menilai keterlambatan pembayaran honor berpotensi memengaruhi kepercayaan artis, rumah produksi, hingga mitra bisnis. Di tengah persaingan industri televisi yang semakin ketat dengan platform digital, reputasi perusahaan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Sejumlah media nasional dan internasional turut menyoroti tantangan industri penyiaran konvensional yang menghadapi penurunan belanja iklan serta perubahan perilaku penonton ke layanan digital. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar bagi banyak perusahaan media, termasuk televisi nasional, meski penyelesaian kewajiban kepada para mitra tetap menjadi tanggung jawab korporasi.
Polemik honor artis yang belum terbayar kini bukan sekadar persoalan hubungan antara artis dan stasiun televisi, melainkan juga menjadi ujian terhadap tata kelola perusahaan, kredibilitas bisnis, serta kepercayaan publik. Perkembangan penyelesaian kasus ini masih dinantikan, termasuk langkah konkret perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada seluruh pihak yang mengaku memiliki piutang.***


