TIMUR TENGAH|MEB.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangkaian ledakan keras mengguncang ibu kota Teheran dan kota Karaj pada Sabtu malam waktu setempat. Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel menghantam sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar milik Iran, memicu kobaran api raksasa yang menerangi langit malam dan membuat warga panik.
Dari berbagai sudut kota, warga menyaksikan bola api besar menjulang dari area depot minyak yang menjadi sasaran. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian wilayah ibu kota. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kilatan api besar disertai dentuman keras yang terdengar hingga beberapa kilometer.
Serangan tersebut menargetkan fasilitas energi di wilayah Teheran serta Provinsi Alborz, termasuk depot minyak di kawasan Fardis, Karaj.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya empat sopir truk tangki tewas setelah lokasi penyimpanan minyak dihantam serangan udara.
Pemerintah Israel tidak menampik operasi militer tersebut. Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menyatakan bahwa berbagai target strategis yang dinilai dapat melemahkan pemerintahan Iran kini menjadi fokus operasi militer.
Menurut Cohen, serangan terhadap infrastruktur energi merupakan bagian dari strategi yang telah dirancang dalam konflik yang tengah berlangsung.
“Semua target yang dapat membantu melemahkan rezim Iran sedang dipertimbangkan. Kami memiliki rencana jelas mengenai jalannya operasi ini,” ujarnya dalam wawancara dengan radio Israel.
Sementara itu kantor berita Iran melaporkan bahwa sedikitnya empat fasilitas penyimpanan minyak dan satu pusat distribusi produk petroleum di sekitar Teheran dan Alborz terkena serangan. Tim pemadam kebakaran dan pasukan darurat langsung dikerahkan untuk mengendalikan api yang membakar lokasi.
Meski infrastruktur energi terkena dampak, otoritas Iran memastikan distribusi bahan bakar di dalam negeri masih berjalan. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian pada kuota pembelian untuk menjaga stabilitas pasokan.
Di sisi lain, laporan dari media internasional menyebut operasi militer melibatkan dukungan dari Amerika Serikat bersama Israel. Serangan terhadap depot minyak di Karaj dilaporkan menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 21 lainnya, termasuk warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi.
Serangan juga dilaporkan terjadi di kota Najafabad, Iran bagian tengah. Dua gelombang rudal menghantam wilayah tersebut secara beruntun, menyebabkan sekitar 20 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Petugas penyelamat dan warga setempat sempat membantu mengevakuasi korban dari lokasi pertama, namun beberapa menit kemudian rudal kedua menghantam area yang sama, memperparah jumlah korban.
Hingga Minggu pagi, asap kebakaran masih menyelimuti langit Teheran. Bau hangus dilaporkan masih terasa di sejumlah kawasan kota saat warga memulai aktivitas pagi.
Pihak perusahaan distribusi minyak nasional Iran menyatakan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, tetapi kebakaran berhasil dikendalikan dan cadangan bahan bakar nasional dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan domestik.***


