Jakarta | Mediaerabaru.com – Profesor Chandra Yoga Aditama jadi pembicara kunci sekaligus membuka acara “The 18th OMNI Comprehensive Vaccinology 2026” di Jakarta. Pertemuan berkala ini kali ini diikuti oleh ratusan dokter dan petugas kesehatan, baik secara luring maupun daring. Saya sampaikan lima hal tentang pengertian lebih luas tentang pemberian vaksin.
Dikatakan, vaksin tidak hanya melindungi satu orang yang mendapatkannya. Secara lebih luas, vaksin melindung masyarakat secara keseluruhannya. Vaksin tidak hanya diberikan pada masa kanak-kanak tapi diberikan di berbagai tahap kehidupan dan melindungi kita di masa-masa itu. Kita tahu ada vaksin yang diberikan dan melindungi mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, wanita hamil dan lansia.
Selain itu, menurutnya, dampak perlindungan vaksin jangan hanya dilihat dari seseorang yang terhindar dari penyakit. Berhasilnya program vaksinasi dapat juga dilihat dari cerianya murid-murid yang bersekolah, berkurangnya rasa takut di masyarakat terhadap penyakit tertentu, dan terkendalinya berbagai penyakit menular.
“Kita tahu bahwa penyakit cacar sudah hilang dari muka bumi karena vaksinasi, polio juga tinggal hanya terjadi di beberapa negara karena vaksinasi, dan peran penting vaksin pada pengendalian COVID-19 yang lalu”, ujar Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University.
Pada 2024 WHO menyatakan bahwa keberhasilan program vaksinasi akan memperkuat sistem kesehatan, mengurangi beban berat pelayanan pasien di rumah sakit, dan bahkan memberi peran penting bagi stabilitas ekonomi dengan mencegah terjadinya hilang/ berkurangnya produktivitas kerja.
Harus diakui bahwa memang ada sebagian pihak yang meragukan atau bahkan menolak vaksinasi, ini yang disebut sebagai “vaccine hesistancy”. Pada dasarnya ini terjadi karena kesalahan informasi yang diterima, dan kalau berkepanjangan bahkan menyebabkan keengganan atau tidak mau menerima bukti ilmiah yang nyata tentang manfaat besar vaksinasi bagi kesehatan.
Lebih lanjut dikatakan, untuk mengatasi “vaccine hesistancy” maka ada peran penting media untuk memberitakan hal yang benar sesuai data ilmiah yang valid. Juga tentu ada peran penting para dokter dan petugas kesehatan untuk memberi penjelasan pada pasien dan keluarga serta penyuluhan pada masyarakat luas. Juga, perlu peran penting pemerintah di berbagai tingkatan serta tokoh masyarakat untuk memberi literasi pentingnya vaksinasi bagi kesehatan anak bangsa, dimanapun berada.
Sebagai penutup disampaikan bahwa WHO menyebutkan program vaksinasi di dunia telah berhasil menyelamatkan setidaknya 154 juta jiwa sejak 1974, artinya setiap menit ada enam kehidupan yang berjasil diselamatkan karena mendapat vaksinasi.


