PORTINA Kota Bekasi Dorong Olahraga Tradisional Kembali Digemari Anak-Anak

Bekasi | Mediaerabaru.com – Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Bekasi mendorong permainan tradisional kembali menjadi bagian dari aktivitas anak-anak di sekolah. Hal itu disampaikan dalam Festival Olahraga Tradisional Tingkat SD KKG PJOK Kecamatan Bekasi Utara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Perwira, Kamis (3/9/2026).

Ketua PORTINA Kota Bekasi, Wijayanti, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan anak-anak masih memiliki minat terhadap olahraga tradisional jika diberikan ruang dan stimulasi.

“Saya sangat mengapresiasi sekali, luar biasa sekali. Ini baru tingkat kecamatan, pesertanya sudah sebanyak ini. Anak-anak masih memiliki minat terhadap olahraga tradisional asal kita melakukan stimulasi kepada mereka,” ujar Wijayanti.

Ia mengatakan PORTINA akan terus menggandeng guru olahraga dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan olahraga tradisional, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat.

“Kami berusaha bekerja sama dengan guru olahraga di setiap sekolah untuk mengaktifkan kembali permainan ataupun olahraga tradisional supaya menjadi bagian dari olahraga yang diperkenalkan kepada anak-anak dan bagian dari kegiatan yang ada di sekolah,” katanya.

Festival yang mengusung tema “Lestarikan Permainan Tradisional, Jaga Budaya Bangsa, Sehat, Ceria dan Berprestasi” tersebut mempertandingkan sejumlah permainan, seperti egrang, lari balok, terompah, dagongan, dan hadangan.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Bekasi Utara, Mokh Riki Taufik, S.Pd, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya menghadirkan kembali permainan tradisional di tengah maraknya permainan digital dan penggunaan gadget.

“Kita ingin melestarikan olahraga permainan tradisional ini di tengah maraknya permainan online dan anak-anak yang kecanduan gadget. Mudah-mudahan dengan adanya permainan tradisional ini bisa mengembalikan seperti permainan di masa lalu,” ujarnya.

Riki berharap olahraga tradisional dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan pihak terkait sehingga tetap menjadi bagian dari budaya bangsa.

Pos terkait