Jakarta | Mediaerabaru.com – Benturan antara kegiatan sekolah dan kompetisi menjadi tantangan tersendiri bagi tim pembinaan usia muda. Real Jakarta merasakan dampaknya saat menghadapi Toyo Haryono pada pekan ke-10 Liga Soeratin U-15 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (18/10). Kehilangan sejumlah pemain inti, Real Jakarta harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-3.
Keterbatasan pemain membuat Real Jakarta kesulitan mengembangkan permainan. Toyo Haryono lebih banyak menguasai bola dan terus menekan pertahanan lawan. Namun, bermain dengan jumlah pemain terbatas tak membuat Real Jakarta kehilangan semangat untuk bertahan dan meladeni tekanan sepanjang pertandingan.
Toyo Haryono langsung membuka keunggulan ketika laga baru berjalan lima menit. M. Riffat melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang yang gagal dijangkau kiper Real Jakarta. Gol cepat tersebut membuat Toyo semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Tekanan berlanjut hingga gol kedua tercipta pada menit ke-20. Berawal dari tendangan pojok, Messi berhasil menyambar bola dan menggetarkan gawang Real Jakarta. Keunggulan dua gol membuat Toyo Haryono semakin leluasa membangun serangan.
Memasuki babak kedua, Toyo Haryono kembali menambah keunggulan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Raihan sukses menuntaskan umpan matang dari sisi kiri pada menit ke-35. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir, meski Toyo terus berusaha menambah gol.
Pelatih Real Jakarta, Darius, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang tetap berusaha memberikan perlawanan meski berada dalam kondisi sulit. Menurutnya, gol cepat lawan turut memengaruhi kesiapan tim dalam membangun permainan.
“Problem kami masih sama. Anak-anak masih disibukkan dengan urusan sekolah. Untuk latihan pun, siapa yang bisa hadir, ya hadir. Belum lagi banyak pemain inti yang tidak bisa merumput di Liga Soeratin”, ungkap Darius.
Ia menjelaskan, sejumlah pemain inti absen karena mengikuti kegiatan sekolah, tampil di kompetisi lain, mengalami cedera, maupun sakit. Kondisi tersebut membuat Real Jakarta kesulitan menurunkan komposisi terbaik, bahkan tanpa pemain cadangan yang memadai.
Situasi ini menjadi tantangan bagi tim pelatih untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memastikan pemain dapat mengikuti kompetisi. Darius menilai semangat pemain yang tetap berjuang di tengah keterbatasan patut diapresiasi, meski hasil pertandingan belum berpihak kepada timnya.
Di kubu lawan, pelatih Toyo Haryono mengaku puas dengan kemenangan tersebut. Namun, ia menilai permainan timnya masih jauh dari harapan, terutama dalam hal kerja sama dan penyelesaian akhir.
Menurutnya, para pemain masih terlalu sering mengandalkan kemampuan individu sehingga aliran bola belum berjalan sesuai instruksi. Padahal, Toyo Haryono menerapkan pola 4-4-2 yang seharusnya mampu memaksimalkan lebar lapangan dan membuka ruang serangan.
“Kami bermain dengan pola 4-4-2 yang seharusnya bisa memanfaatkan lebar lapangan”, ucapnya.
Ia menegaskan, kemenangan atas Real Jakarta tidak boleh membuat pemain cepat berpuas diri. Latihan kerja sama tim, pemanfaatan ruang, dan penyelesaian akhir perlu ditingkatkan agar Toyo Haryono mampu tampil lebih efektif pada pertandingan berikutnya.
Bagi kedua tim, laga pekan ke-10 ini menghadirkan catatan berbeda. Real Jakarta harus mencari solusi atas keterbatasan pemain di tengah padatnya kegiatan sekolah dan kompetisi, sedangkan Toyo Haryono masih perlu membenahi permainan kolektifnya. Hasil akhir memang menjadi milik Toyo Haryono, tetapi evaluasi dan proses pembinaan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Liga Soeratin U-15.


