Kalah dari Toyo Haryono, Bintang Ragunan Punya Pekerjaan Rumah Benahi Kekompakan

Jakarta | Mediaerabaru.com – Kekompakan dan penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah Bintang Ragunan setelah takluk 0-2 dari Toyo Haryono pada pekan ke-10 Liga Jakarta di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Sabtu (24/10).

Dalam pertandingan tersebut, Bintang Ragunan kesulitan mengembangkan permainan kolektif. Para pemain masih kerap mengandalkan kemampuan individu sehingga organisasi permainan belum berjalan optimal. Kondisi itu dimanfaatkan Toyo Haryono untuk menguasai jalannya pertandingan dan mengamankan kemenangan melalui gol Alvin Putranto serta Achmad S. Alwi.

Pelatih Bintang Ragunan, Teuku, mengakui anak asuhnya belum sepenuhnya mampu menerapkan permainan yang mengutamakan kerja sama. Menurut dia, masih ada pemain yang lebih ingin menonjolkan kemampuan pribadi ketimbang membangun serangan bersama rekan setim.

Teuku mengaku berulang kali mengingatkan para pemain agar lebih mengutamakan kepentingan tim. Bahkan, teguran keras kerap diberikan untuk membangun kesadaran bahwa sepak bola tidak bisa dimainkan hanya dengan mengandalkan kemampuan individu.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Di lapangan, Bintang Ragunan masih kesulitan menjaga organisasi permainan, terutama ketika harus menghadapi tekanan lawan yang mampu membangun serangan secara terstruktur.

Selain persoalan kekompakan, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi perhatian Teuku. Ia menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol, tetapi peluang-peluang yang didapat belum mampu dimaksimalkan menjadi gol balasan.

Karena itu, pembenahan akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni membangun kerja sama antarpemain dan meningkatkan ketajaman di depan gawang. Kedua hal tersebut dinilai penting agar peluang yang berhasil diciptakan tidak berakhir sia-sia.

Kekalahan dari Toyo Haryono menjadi bahan evaluasi bagi Bintang Ragunan untuk memperbaiki permainan pada pertandingan berikutnya. Dalam kompetisi pembinaan usia muda seperti Liga Jakarta, kemampuan individu memang penting, tetapi harus diimbangi disiplin posisi, komunikasi, dan kemauan bekerja sama.

Tantangan Teuku kini bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis anak asuhnya, melainkan juga menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan tim ditentukan oleh kontribusi seluruh pemain. Tanpa kekompakan dan penyelesaian akhir yang lebih baik, peluang untuk bersaing akan sulit dimaksimalkan.

Pos terkait