Lima Tahapan Pemilihan Dirjen WHO, Tujuh Kandidat Berebut Kursi Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia

Jakarta | Mediaerabaru.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan tujuh kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi Direktur Jenderal (Dirjen) WHO untuk periode mendatang. Proses pemilihan pengganti Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus tersebut akan melalui lima tahapan hingga ditetapkan pada Mei 2027.

Pengumuman resmi tujuh kandidat itu disampaikan WHO pada 29 Oktober 2026. Mereka adalah Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari, Dr. Hanan Balkhy, Dr. Hans Henri P. Kluge, Dr. María P. Neira, Budi Gunadi Sadikin, Dr. Li Song, dan Dr. Gevorg Tamamyan.

WHO juga telah mempublikasikan curriculum vitae (CV) masing-masing kandidat melalui situs resminya. Dokumen tersebut memuat latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta rekam jejak profesional para calon pemimpin organisasi kesehatan dunia tersebut.

Menurut Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, terdapat lima tahapan penting yang harus dilalui para kandidat sebelum satu nama ditetapkan sebagai Dirjen WHO berikutnya.

Tahapan pertama akan berlangsung pada 18–19 November 2026 melalui Forum Kandidat Pertama (First Candidates’ Forum) di kantor pusat WHO, Jenewa, Swiss. Dalam forum ini, para kandidat akan berinteraksi dengan perwakilan negara-negara anggota WHO, termasuk Member States dan Associate Members.

Selanjutnya, pada awal 2027, proses memasuki tahapan kedua melalui sidang ke-160 Dewan Eksekutif WHO (Executive Board). Dalam pertemuan tersebut, anggota Dewan Eksekutif akan menyeleksi lima kandidat dari tujuh nama yang telah diumumkan.

Dewan Eksekutif WHO terdiri atas 34 orang pakar kesehatan yang memiliki kualifikasi teknis dan berasal dari negara-negara anggota WHO.

Tahapan ketiga dilanjutkan dengan wawancara terhadap para kandidat oleh anggota Dewan Eksekutif. Dari proses tersebut, mereka akan menominasikan maksimal tiga kandidat untuk diajukan kepada Sidang Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA).

Setelah itu, tahapan keempat akan berlangsung melalui Forum Kandidat Kedua (Second Candidates’ Forum) pada 15 Maret 2027. Forum ini hanya akan diikuti oleh para kandidat yang telah mendapatkan nominasi dari Dewan Eksekutif WHO.

Puncak proses pemilihan berlangsung pada tahapan kelima, yakni pemungutan suara dalam Sidang WHA ke-80 pada Mei 2027. Sidang tahunan tersebut diikuti oleh 194 negara anggota WHO yang umumnya diwakili para menteri kesehatan beserta delegasinya. Dalam forum inilah satu nama akan dipilih untuk memimpin WHO.

Prof. Tjandra mengungkapkan, dirinya memiliki pengalaman panjang mengikuti forum WHA. Ketika masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Kementerian Kesehatan RI, ia setiap tahun mendampingi Menteri Kesehatan Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Setelah pensiun dari Kementerian Kesehatan dan bergabung dengan WHO kawasan Asia Tenggara, ia kembali menghadiri WHA, kali ini sebagai bagian dari delegasi WHO, bukan lagi delegasi Indonesia.

Dengan melalui lima tahapan tersebut, dunia akan mengetahui siapa yang terpilih menjadi Dirjen WHO berikutnya pada Mei 2027. Pemimpin baru itu dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya di kantor pusat WHO di Jenewa pada 16 Agustus 2027.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi WHO dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan global, sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Pos terkait