JAKARTA|MEB.COM – Arsenal akhirnya mengunci tiket final UEFA Champions League musim 2025/2026 dengan cara yang tak biasa—bukan lewat pesta gol, melainkan efisiensi yang mematikan. Kemenangan tipis 1-0 atas Atlético Madrid di leg kedua semifinal menjadi penentu, berkat gol krusial Bukayo Saka di Emirates Stadium.
Hasil tersebut memastikan Arsenal unggul agregat 2-1 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Tanpa tampil eksplosif, The Gunners justru menunjukkan karakter baru: solid, sabar, dan klinis di momen-momen penting.
Menariknya, Arsenal hanya mencetak enam gol sejak babak 16 besar jumlah yang relatif minim untuk ukuran tim finalis. Namun di situlah letak kekuatannya: setiap gol hadir di waktu yang tepat dan langsung menentukan jalannya pertandingan.
Kisah ini seolah mengulang memori 2006 saat Arsenal melaju ke final bersama Arsène Wenger. Kala itu, mereka juga melangkah dengan skor-skor tipis, menyingkirkan raksasa seperti Real Madrid dan Juventus sebelum akhirnya terhenti di partai puncak.
Bedanya, skuad Arsenal saat ini terlihat lebih matang dan berada di momentum emas. Di saat yang sama, mereka juga masih bersaing ketat di Premier League bersama Liverpool dan Manchester City, membuka peluang meraih double winners yang telah lama dinanti.
Mei 2026 menjadi bulan penentuan. Dua trofi besar kini di depan mata, dan Arsenal hanya membutuhkan satu hal: menjaga konsistensi. Mereka tak perlu banyak gol cukup gol yang tepat untuk mengubah sejarah.***


