Fadli Zon: Museum Bisa Jadi Motor Ekonomi Kreatif

JAKARTA|MEB.COM -;Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan museum tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai tempat menyimpan benda kuno dan artefak sejarah. Di tengah dunia yang menghadapi konflik, polarisasi, hingga ketimpangan sosial, museum dinilai harus hadir sebagai ruang publik yang mampu menyatukan generasi, budaya, dan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menyampaikan orasi kebudayaan di Museum Nasional Indonesia dalam peringatan Hari Museum Internasional 2026.

Menurut Fadli, museum memiliki posisi strategis sebagai “infrastruktur budaya” yang berperan menjaga memori kolektif bangsa sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Ia menilai museum harus menjadi ruang hidup yang dekat dengan generasi muda, bukan hanya bangunan sunyi yang ramai saat kunjungan sekolah.

“Museum bukan hanya tempat menyimpan sejarah, tetapi juga fondasi demokrasi dan identitas bangsa,” ujar Fadli Zon.

Dalam peringatan bertema Museums Uniting a Divided World yang diusung International Council of Museums (ICOM), pemerintah menyoroti pentingnya museum sebagai penggerak kohesi sosial dan pemulihan kedaulatan budaya nasional.

Fadli mengungkapkan arah kebijakan permuseuman Indonesia kini difokuskan pada empat hal utama, yakni penguatan jati diri bangsa, pengembangan ruang kewargaan, pemulihan budaya, serta menjadikan museum sebagai hulu ekonomi budaya yang mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Ia juga menilai museum dapat menjadi “tambang ide” bagi industri kreatif nasional. Menurutnya, museum bisa melahirkan inspirasi untuk berbagai sektor seperti film, animasi, gim, wastra, kuliner, hingga konten digital dengan identitas Indonesia yang kuat.

Fadli menyebut nilai industri budaya dan kreatif dunia saat ini mencapai sekitar 4,3 triliun dolar AS atau hampir enam persen dari ekonomi global. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadikan museum sebagai motor ekonomi baru berbasis budaya.

Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan hingga April 2026, Indonesia memiliki 516 museum yang tersebar di berbagai daerah. Sebanyak 373 museum telah memiliki registrasi nasional dan 234 museum telah memenuhi standar tipe A, B, maupun C.

Pemerintah kini mendorong transformasi digital museum, peningkatan relevansi bagi generasi muda, hingga pembiayaan kolaboratif lintas sektor agar museum menjadi lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin, meluncurkan program Museum Passport. Program ini berupa buku jejak budaya yang memungkinkan masyarakat mengumpulkan stempel perjalanan saat mengunjungi museum dan situs cagar budaya di Indonesia.

Program tersebut diharapkan menjadi cara baru mendekatkan museum dengan generasi muda sekaligus mengubah citra museum dari tempat kuno menjadi ruang publik modern yang hidup, interaktif, dan diminati masyarakat luas.***

Pos terkait