MALUT|MEB.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali memicu kekhawatiran setelah gunung api tersebut mengalami erupsi pada dini hari. Letusan terbaru memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah, menandakan aktivitas magma di dalam gunung masih sangat aktif dan belum menunjukkan tanda mereda.
Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Ibu tercatat mengalami erupsi berulang dengan intensitas yang terus meningkat. Berdasarkan data pengamatan vulkanologi, gunung tersebut telah mengalami puluhan kali letusan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat kawasan sekitar gunung berada dalam pengawasan ketat karena dikhawatirkan dapat memicu erupsi susulan yang lebih besar sewaktu-waktu.
Kolom abu yang membumbung tinggi mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar lereng gunung. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu, gangguan pernapasan, hingga terganggunya jarak pandang akibat material vulkanik yang terbawa angin. Petugas mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker serta membatasi aktivitas di wilayah rawan.
Peningkatan aktivitas Gunung Ibu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan petugas vulkanologi. Tim pemantau terus melakukan pengawasan selama 24 jam guna mendeteksi perubahan aktivitas magma maupun getaran vulkanik yang dapat menjadi indikasi erupsi lebih besar. Masyarakat di kawasan rawan juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Selain ancaman abu vulkanik, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak gunung diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan deras turun. Material vulkanik hasil letusan sebelumnya dikhawatirkan terbawa arus dan mengancam permukiman di wilayah rendah sekitar gunung.
Meski situasi saat ini masih dinyatakan terkendali, aparat tetap meminta masyarakat tidak mendekati zona berbahaya di sekitar kawah. Pemerintah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama sambil terus memantau perkembangan terbaru Gunung Ibu yang kembali menjadi sorotan nasional akibat rentetan erupsi bertubi-tubi.***


