Honda Tunda Accord & ZR-V Baru, Strategi EV Berubah Arah

JAKARTA|MEB.COM – Keputusan mengejutkan datang dari Honda. Raksasa otomotif asal Jepang itu dikabarkan menunda peluncuran generasi terbaru model andalannya seperti Honda Accord dan Honda ZR-V. Langkah ini langsung memicu perhatian, karena terjadi di tengah agresifnya industri menuju era kendaraan listrik.

Penundaan tersebut bukan tanpa alasan. Honda disebut melakukan koreksi besar terhadap strategi elektrifikasinya setelah membatalkan sejumlah proyek kendaraan listrik (EV) yang sebelumnya digadang-gadang menjadi masa depan perusahaan. Perubahan arah ini dilakukan demi menjaga stabilitas bisnis di tengah tekanan pasar global yang belum sepenuhnya siap beralih ke listrik.

Laporan menyebut Honda harus menelan kerugian besar hingga sekitar US$15,8 miliar akibat penghentian lima proyek EV. Model yang terdampak termasuk lini ambisius “0 Series” seperti 0 Saloon dan 0 SUV, hingga proyek kolaborasi dengan Sony melalui brand Afeela. Seluruhnya sebelumnya direncanakan diproduksi di Amerika Serikat.

Alih-alih memaksakan kendaraan listrik, Honda kini menggeser fokus ke teknologi hybrid yang dinilai lebih realistis untuk pasar saat ini, khususnya di Amerika dan Asia. Pengembangan EV tetap berjalan, namun lebih selektif dan tidak lagi seagresif sebelumnya.

Dampaknya langsung terasa pada jadwal produk. Generasi terbaru Honda Accord diproyeksikan mundur hingga sekitar 2030 dan akan hadir dalam format hybrid penuh. Sementara itu, generasi berikutnya Honda ZR-V diperkirakan baru meluncur sekitar 2032, jauh dari siklus pembaruan normal industri otomotif.

Tak hanya itu, sejumlah model lain ikut terdampak. Honda Odyssey ditunda pembaruannya hingga 2030, sementara Acura Integra dan Acura MDX diperpanjang masa produksinya. Strategi ini menjadi sinyal kuat: di tengah ketidakpastian, Honda memilih realistis menjaga pasar tetap hidup sambil menata ulang masa depan elektrifikasi.***

Pos terkait