Misteri Kematian Lansia di Rumbai, Dugaan Keterlibatan Keluarga Menguat

PEKANBARU|MEB.COM — Aparat kepolisian dari Polda Riau bergerak cepat mengusut kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia, Dumaris Denny Wati br Setio (60), yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan komitmen jajarannya untuk segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan. Kami pastikan kasus ini segera terungkap,” ujar Herry dalam keterangan resminya.

Kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru bersama Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau saat ini terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan guna memperkuat alat bukti.

“Olah TKP kedua dilakukan untuk memastikan seluruh fakta terungkap dan tidak ada yang terlewat, sekaligus memperjelas kronologi serta mengidentifikasi pelaku,” ujarnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Keterangan para saksi tersebut dinilai penting untuk menelusuri pergerakan pelaku dan rangkaian kejadian sebelum dan sesudah peristiwa berlangsung.

Dari hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), penyidik menemukan petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami bukti-bukti untuk memastikan identitas pelaku sebelum menetapkan tersangka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Salmon Meha (65), saat kembali ke rumah. Ia mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka dan kondisi ruangan berantakan.

Setelah melakukan pencarian, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai dapur dengan bercak darah di sekitarnya. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan keluarga, pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat diajak suaminya untuk keluar rumah, namun memilih tetap tinggal seorang diri.

Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP awal. Tim Inafis mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk jejak sidik jari yang diduga berkaitan dengan pelaku.
J

enazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Selain dugaan pembunuhan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur pencurian dengan kekerasan. Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang dari dalam rumah.

Hingga kini, motif pasti dari peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang relevan apabila mengetahui hal terkait kasus ini.

Polda Riau menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan hingga tuntas.|Santi Sinaga*

Pos terkait