JAKARTA|MEB.COM – Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan sekitar Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program bantuan sapi kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Sebanyak 1.098 ekor sapi disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga pondok pesantren dan lembaga sosial keagamaan.
Kebijakan tersebut diumumkan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pemerintah menyebut anggaran program berasal dari bantuan kemasyarakatan presiden yang telah disiapkan melalui APBN. Harga sapi disesuaikan dengan kondisi pasar serta karakteristik tiap daerah agar penyaluran dinilai lebih proporsional dan merata.
Pemerintah menargetkan distribusi bantuan kurban dapat menjangkau daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dari total sapi yang disiapkan, sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk 552 wilayah yang mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan bantuan sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Selain untuk pemerintah daerah, bantuan sapi kurban juga disalurkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, serta tokoh masyarakat. Sebanyak 500 ekor sapi dialokasikan khusus untuk kelompok tersebut. Pemerintah menilai lembaga pendidikan dan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Besarnya anggaran yang digelontorkan memicu beragam tanggapan di ruang publik dan media sosial. Sebagian masyarakat menilai program tersebut sebagai bentuk kepedulian negara terhadap tradisi keagamaan dan pemerataan bantuan sosial. Namun, ada pula yang mempertanyakan efektivitas penggunaan APBN di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sektor lain yang juga memerlukan perhatian pemerintah.
Meski menuai pro dan kontra, pemerintah menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden Prabowo telah disusun melalui perhitungan administratif dan mekanisme distribusi yang matang. Dengan total 1.098 sapi yang akan disalurkan ke berbagai wilayah Indonesia, program ini diperkirakan menjadi salah satu isu nasional yang paling banyak diperbincangkan menjelang Idul Adha 2026.***


