BOGOR|MEB.COM — Sebuah video mengerikan yang memperlihatkan dua pemuda bermain ular weling kini viral di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan publik. Peristiwa tragis itu berujung maut setelah salah satu korban meninggal dunia, sementara rekannya masih bertarung antara hidup dan mati di ruang perawatan intensif.
Korban diketahui berinisial UZS (18), warga Kelurahan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor. Ia tewas setelah dipatuk ular weling berbisa tinggi saat nongkrong di area persawahan Landbow pada Selasa malam (12/5/2026). Satu korban lainnya, H (21), kini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Insiden memilukan ini bermula ketika kedua pemuda tersebut menemukan seekor ular belang hitam-putih di area sawah sekitar pukul 23.00 WIB. Tanpa menyadari bahaya mematikan di balik tubuh kecil reptil tersebut, mereka justru menangkap dan memainkan ular itu sambil merekam video menggunakan ponsel.
Awalnya, UZS menjadi korban pertama yang dipatuk. Namun karena mengira ular itu tidak berbahaya, rekannya malah menangkap ular tersebut dan melilitkannya ke tangan sambil bercanda. Tak lama kemudian, H juga ikut tergigit.
Video yang kini beredar luas di media sosial memperlihatkan keduanya tetap santai meski sudah terkena gigitan ular berbisa. Mereka bahkan terus memainkan ular weling tersebut tanpa mengetahui racun mematikan mulai menyebar ke tubuh.
Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, menyebut kedua korban diduga tidak memahami bahwa ular weling merupakan salah satu ular berbisa berbahaya di Indonesia.
“Korban kemungkinan tidak tahu itu ular berbisa. Bahkan setelah digigit masih dimainkan,” ujarnya.
Setelah kejadian itu, kedua korban sempat pulang ke rumah masing-masing. Namun menjelang subuh, kondisi tubuh mereka mulai melemah drastis. Wajah pucat, tubuh lemas, hingga sesak napas menjadi tanda racun mulai menyerang sistem saraf.
Ibunda UZS, Aye (47), mengaku syok saat mendapati anaknya sulit dibangunkan dari tidur. Mata korban tidak bisa terbuka dan napasnya tersengal-sengal.
“Saya bangunkan enggak bangun-bangun. Matanya enggak melek, terus sesak napas,” tutur Aye dengan suara lirih.
Keluarga kemudian membawa korban ke RS UMMI Kota Bogor. Namun kondisi UZS terus memburuk. Saat hendak dirujuk ke rumah sakit lain karena keterbatasan antibisa, nyawanya tidak tertolong.
“Dokter bilang sudah enggak ada. Saya pasrah,” kata sang ibu.
Korban akhirnya dimakamkan di wilayah Ciapus, Bogor.
Sementara itu, kondisi H hingga kini dilaporkan masih kritis dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas setelah video korban bermain ular weling menyebar di Instagram dan platform media sosial lainnya. Banyak warganet mengaku ngeri sekaligus prihatin melihat korban tetap bercanda setelah terkena gigitan ular berbisa mematikan.
Pakar Herpetologi IPB University, Prof. Mirza Dikari Kusrini, menjelaskan bahwa ular weling memiliki racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan.
“Gejala awal memang bisa terlihat ringan atau terlambat muncul. Tapi dampaknya bisa fatal bila tidak segera ditangani,” jelasnya.
Kasus ini kini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan menangani satwa liar, terutama ular yang belum diketahui tingkat bahayanya. Warga diimbau segera menghubungi petugas damkar atau BPBD jika menemukan ular di lingkungan sekitar.***


