JAKARTA|MEB.COM — Atmosfer serius namun penuh energi mewarnai peresmian sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (30/4/2026). Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi sinyal kuat dimulainya babak baru hubungan strategis antara pemerintah dan insan pers di ibu kota bagian timur.
Wali Kota Munjirin hadir langsung meresmikan kantor yang kini menjadi pusat aktivitas jurnalis tersebut. Didampingi tokoh-tokoh penting PWI seperti Kesit Budi Handoyo dan Arman Suparman, acara ini menunjukkan solidnya barisan pers dalam menghadapi tantangan era informasi yang makin cepat dan penuh tekanan.
Tak hanya seremoni formal, peresmian ini juga menjadi panggung pengukuhan kepengurusan baru PWI Pokja Jaktim periode 2024–2029. Nama Rudolf Simbolon resmi menerima mandat, ditandai dengan penyerahan bendera pataka—simbol tanggung jawab besar dalam menjaga marwah jurnalistik.
Dalam sambutannya, Kesit menegaskan pesan yang tak bisa dianggap sepele: profesionalisme dan etika jurnalistik adalah benteng terakhir di tengah derasnya arus informasi liar. Ia mengingatkan, tanpa integritas, media bisa kehilangan kepercayaan publik—hal yang kini menjadi pertaruhan besar di era digital.
Sementara itu, Munjirin memberikan apresiasi tajam sekaligus harapan tinggi. Ia menilai pers memiliki posisi strategis dalam membentuk opini publik dan mengawal pembangunan daerah. “Kolaborasi pemerintah dan media bukan sekadar hubungan kerja, tapi kemitraan untuk mencerdaskan masyarakat,” tegasnya.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama yang sarat makna: kebersamaan, optimisme, dan tekad baru. Peresmian ini menjadi lebih dari sekadar simbol ini adalah langkah nyata memperkuat sinergi, sekaligus pengingat bahwa pers yang kuat adalah fondasi demokrasi yang sehat.***


