Jakarta | Mediaerabaru.com – Rorotan United tampil meyakinkan saat menghadapi Toyo Haryono dalam lanjutan Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026. Bermain di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10), Rorotan sukses mengamankan kemenangan 3-0. Laga ini merupakan upaya membalas kekalahan di pertemuan pertama saat Rorotan dilibas 0-1.
Rorotan langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Hasilnya, ketika laga baru berjalan enam menit, mereka berhasil membuka keunggulan melalui Alvin Firdaus.
Gol tersebut berawal dari kesalahan pemain belakang Toyo Haryono yang bermaksud membuang bola keluar dari kotak penalti. Namun, tendangannya justru mengarah kepada pemain Rorotan. Bola kemudian dioper kepada Alvin Firdaus yang berdiri di luar kotak penalti. Tanpa membuang kesempatan, Alvin langsung melepaskan tendangan yang merobek gawang Toyo.
Memasuki babak kedua, Rorotan tetap mengendalikan permainan. Pada menit ke-52, kesalahan lini belakang Toyo kembali berbuah petaka. Bermaksud mengirim bola jauh ke depan, pemain belakang Toyo justru melakukan operan yang salah sasaran. Bola jatuh ke kaki Franjio Satria yang tanpa kesulitan menyonteknya menjadi gol ketiga Rorotan.
Di kubu Toyo Haryono, pelatih Toyo mengakui timnya tidak tampil maksimal karena keterbatasan pemain dan minimnya persiapan. Kondisi tersebut membuat koordinasi antarlini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, meski jadwal latihan sudah disusun, pemain yang hadir hanya berkisar lima hingga enam orang. Kesibukan sekolah masih menjadi kendala utama bagi anak asuhnya. Bahkan, ada pemain yang baru bertemu kembali saat pertandingan berlangsung.
Dalam laga tersebut, Toyo Haryono hanya membawa 11 pemain tanpa pemain cadangan. Situasi semakin sulit karena sejumlah pemain harus dimainkan bukan pada posisi aslinya. Selain itu, komposisi yang diturunkan juga bukan kekuatan inti tim.
Sementara itu, asisten pelatih Rorotan United, Eko Budi, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Kemenangan ini sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahan 0-1 dari Toyo Haryono pada pertemuan pertama.
Meski demikian, Eko menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, Rorotan sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mencetak gol tambahan, tetapi belum mampu dimaksimalkan.
“Kerja sama tim sudah cukup apik, tetapi penyelesaian akhirnya masih kurang. Seharusnya kemenangan ini bisa lebih dari lima gol,” ujarnya.
Ke depan, Eko akan menambah porsi latihan penyelesaian akhir sekaligus terus memotivasi para pemain agar mampu mempertahankan permainan positif. Baginya, kemenangan 3-0 ini menjadi modal penting bagi Rorotan untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.


