WASHINGTON|MEB.COM— Kunjungan skuad Inter Miami CF ke Gedung Putih yang semula dimaksudkan sebagai perayaan gelar juara Major League Soccer justru berubah menjadi kontroversi. Pelatih tim, Javier Mascherano, mengaku timnya merasa “dibohongi” setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka acara dengan membahas konflik militer terhadap Iran.
Acara penghormatan bagi klub asal Miami itu berlangsung di Washington, DC. Para pemain, termasuk kapten tim Lionel Messi, hadir untuk menerima ucapan selamat dari presiden setelah menjuarai MLS musim lalu.
Namun suasana berubah ketika Trump memulai pidatonya bukan dengan pembahasan sepak bola, melainkan dengan laporan mengenai operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.
Dalam pidatonya, Trump menyatakan militer AS berhasil menghancurkan sejumlah kemampuan rudal dan drone Iran. Ia bahkan menegaskan sistem pertahanan Amerika mampu menghancurkan rudal yang diluncurkan hanya dalam hitungan menit.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemain Inter Miami yang berdiri di belakangnya selama acara berlangsung.
Mascherano Terkejut
Mascherano mengaku terkejut dengan arah pidato presiden. Menurutnya, pihak klub sebelumnya mendapat informasi bahwa pertemuan di Gedung Putih hanya akan berisi ucapan selamat atas keberhasilan tim dan pembicaraan mengenai sepak bola.
“Kami diberitahu kunjungan ini untuk merayakan gelar juara dan hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi ternyata tidak demikian,” kata Mascherano.
Ia menambahkan rombongan tim datang lebih awal dan hanya melihat sebagian kecil Gedung Putih sebelum acara dimulai. Para pemain juga hanya bertemu presiden dalam momen singkat yang disiarkan televisi.
Meski demikian, Mascherano menegaskan timnya berusaha bersikap profesional dan memisahkan urusan olahraga dari politik.
“Kunjungan ini sudah dijadwalkan lebih dari dua bulan lalu, jadi kami hanya mengikuti protokol yang telah disepakati,” ujarnya.
Messi Disorot
Di tengah acara tersebut, Messi terlihat berdiri di belakang Trump bersama para pemain lainnya. Rekaman video juga menunjukkan kapten Inter Miami itu ikut bertepuk tangan setelah pidato presiden selesai.
Momen itu segera menyebar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian pihak mengkritik keterlibatan para atlet dalam acara yang kemudian bernuansa politik dan militer.
Namun banyak pula yang menilai para pemain hanya menghadiri undangan resmi sebagai juara liga dan tidak memiliki kendali terhadap isi pidato presiden.
Perayaan yang Berubah Arah
Inter Miami datang ke Gedung Putih setelah menjuarai MLS dengan mengalahkan Vancouver Whitecaps FC di partai final. Pada musim tersebut, Messi juga kembali terpilih sebagai pemain terbaik liga.
Meski demikian, perayaan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan bagi klub justru berakhir dengan polemik setelah pidato Trump yang menyinggung konflik internasional.
Kunjungan tersebut akhirnya menjadi sorotan luas karena mempertemukan dunia olahraga dengan isu geopolitik dalam satu acara resmi di Gedung Putih.***


