JAKARTA|MEB.COM – Gelombang mudik Lebaran 2026 akhirnya “pecah” di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat. Setelah sempat lesu di awal Ramadan, kini ribuan pemudik menyerbu terminal menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera, menciptakan lonjakan drastis yang tak terbendung.
Pantauan Selasa (17/3/2026) atau H-4 Idulfitri menunjukkan suasana terminal berubah drastis. Ruang tunggu penuh sesak, kursi tak lagi cukup menampung penumpang. Banyak pemudik terpaksa berdiri bahkan duduk di sudut-sudut terminal sambil menjaga barang bawaan mereka.
Pemandangan haru pun terlihat. Orangtua menggendong balita, menggoyangkan tubuh demi menenangkan anak yang kelelahan. Di tengah hiruk-pikuk, kesabaran menjadi satu-satunya pegangan para pemudik yang berharap segera pulang ke kampung halaman.
Lonjakan ini bukan tanpa angka. Sejak 13 hingga 16 Maret 2026, tercatat 7.741 penumpang telah berangkat. Puncaknya terjadi pada 15 Maret dengan 2.276 orang, disusul 1.861 penumpang pada 16 Maret. Hingga Selasa pagi saja, ratusan pemudik sudah lebih dulu bergerak meninggalkan Jakarta.
Ironisnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan dua pekan sebelumnya. Terminal Kalideres sempat “mati suri”, bahkan sejumlah perusahaan otobus mengeluhkan minimnya penumpang. Faktor ekonomi hingga maraknya terminal bayangan diduga menjadi penyebab sepinya arus mudik di awal Ramadan.
“Dulu dari awal puasa sudah ramai. Sekarang baru terasa padat mendekati Lebaran,” ungkap salah satu petugas loket yang mengaku penjualan tiket sempat anjlok.
Di tengah lonjakan ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat turun langsung. Wali Kota Iin Mutmainnah bersama jajaran DPRD meninjau kesiapan terminal, memastikan armada laik jalan dan pengemudi dalam kondisi prima.
Berbagai fasilitas pun disiapkan, mulai dari layanan kesehatan, ruang literasi anak, hingga posko pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah juga memberi peringatan keras agar seluruh pihak menjaga keamanan, terutama bagi kelompok rentan.
“Kita harus pastikan mudik aman. Jangan sampai ada kekerasan atau pelecehan,” tegas Iin.
Sementara itu, ratusan bus terus keluar masuk terminal, menjaga ritme keberangkatan agar tetap lancar. Total 558 unit bus telah diberangkatkan sejak 13 Maret, dan angka ini dipastikan terus bertambah hingga puncak arus mudik.
Dengan tren yang terus meningkat, Terminal Kalideres kini menjadi salah satu titik krusial pergerakan manusia jelang Lebaran 2026 sebuah gambaran nyata bagaimana tradisi mudik tetap tak tergantikan, meski sempat tertahan oleh berbagai tekanan ekonomi.***


