Viral Video “Begal Sadis” di Seasons City Ternyata Fakta Mengejutkan

JAKARTA|MEB.COM – Jagat media sosial dibuat geger setelah beredar video seorang pria terkapar bersimbah darah di Jalan Prof. Dr. Latumeten, Tambora, Jakarta Barat, tepat di sekitar Mal Seasons City. Dalam rekaman yang viral sejak Minggu dini hari itu, korban terlihat mengalami luka parah hingga kaki kanannya tampak putus di bagian bawah lutut. Narasi yang menyebar pun langsung memicu kepanikan publik karena disebut sebagai korban pembegalan brutal.

Unggahan dari akun Threads yang menyebut korban “dibacok begal sampai kaki buntung” dengan cepat menyedot perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial langsung mengaitkan lokasi Seasons City sebagai kawasan rawan kriminal pada malam hari. Video berdurasi singkat itu bahkan memancing gelombang komentar bernada ketakutan hingga kemarahan.

Namun fakta sebenarnya justru berbeda jauh dari isu yang beredar. Polisi memastikan kabar pembegalan tersebut adalah hoaks. Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan pria berinisial AP itu merupakan korban kecelakaan tunggal, bukan aksi kejahatan jalanan seperti yang ramai dituduhkan di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara menjelaskan, korban mengalami cedera berat setelah motor yang dikendarainya hilang kendali saat melintas dari arah Grogol menuju Jembatan Dua. Ketika memasuki tikungan dekat halte busway di depan Seasons City, motor korban menghantam beton penyangga lampu jalan dengan keras hingga tubuhnya terpental ke seberang jalan.

Benturan hebat tersebut menyebabkan kaki kanan korban patah parah di bagian engkel. Polisi juga mengungkapkan bahwa korban diduga mengendarai motor dalam pengaruh alkohol sehingga kehilangan kendali saat menikung. Korban kini telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif, sementara kasus kecelakaan ditangani Unit Laka Lantas Polsek Tambora.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras agar masyarakat tidak langsung mempercayai narasi viral tanpa verifikasi fakta. Di tengah derasnya arus media sosial, informasi yang belum jelas kebenarannya bisa memicu kepanikan massal dan menciptakan stigma negatif terhadap suatu wilayah.***

Pos terkait