Raymond/Joaquin Tersingkir Cepat di Swiss Open 2026, Fokus Jadi Biang Kekalahan

SWISS|MEB.COM – Harapan publik bulu tangkis Indonesia untuk melihat kejutan dari pasangan ganda putra muda Raymond Indra / Nikolaus Joaquin di Swiss Open 2026 harus pupus lebih cepat dari yang diperkirakan. Duet yang sempat mencuri perhatian di All England 2026 itu justru terhenti di babak pertama turnamen BWF Super 300 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.

Dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, pasangan Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan ganda dari Chinese Taipei, Chen Cheng Kuan / Lin Bing-Wei, lewat dua gim langsung dengan skor identik 17-21, 17-21.

Kekalahan ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Raymond/Joaquin baru saja mencuri sorotan publik setelah tampil impresif sebagai debutan dan menembus semifinal di All England 2026. Penampilan mereka bahkan sempat ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, hingga Twitter, yang memuji permainan agresif pasangan muda tersebut.

Kehilangan Fokus Jadi Titik Balik

Usai pertandingan, Joaquin mengungkapkan bahwa sebenarnya mereka sempat memulai laga dengan cukup baik. Namun, keunggulan yang didapat di awal gim justru gagal dipertahankan karena kehilangan fokus di momen krusial.

“Fokus kami tidak baik hari ini. Dari gim pertama sempat unggul tapi langsung terkejar dengan cepat. Mereka mendapatkan poin dari satu-dua bola awal dan kami kehilangan konsentrasi di situasi itu,” ujar Joaquin seperti dikutip dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.

Ia juga menilai tidak ada perubahan signifikan dari permainan lawan dibanding pertemuan sebelumnya. Hanya saja, mereka gagal mengantisipasi pola serangan yang diterapkan pasangan Chinese Taipei tersebut.

Permainan Kurang Stabil

Raymond dan Joaquin sama-sama mengakui bahwa performa mereka tidak stabil sepanjang pertandingan. Setelah memulai laga dengan baik, ritme permainan justru menurun di pertengahan hingga akhir gim.

“Kami sudah memulai dengan cukup bagus, tapi dari pertengahan sampai akhir permainan kami hilang fokus. Ini jadi bahan evaluasi penting untuk kami ke depan,” kata Joaquin.

Selain itu, Joaquin juga mengungkapkan bahwa secara kondisi fisik mereka sebenarnya masih cukup baik. Ia hanya mengalami kapalan di kaki yang sedikit mengganggu pergerakan, tetapi menegaskan hal itu bukan alasan kekalahan.

“Kondisi kami masih aman. Memang ada kapalan di kaki saya yang cukup mengganggu, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami kalah dan harus mengakuinya,” tambahnya.

Fokus Bangkit di Orleans Masters

Setelah tersingkir lebih cepat di Swiss Open, pasangan muda Indonesia ini langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni Orleans Masters 2026 yang akan digelar pada 17–22 Maret mendatang.

Menurut Joaquin, menjaga kondisi fisik dan kekuatan menjadi prioritas utama agar performa mereka tidak menurun.

“Setelah ini kami harus menjaga kondisi karena turnamen berikutnya sudah menunggu minggu depan. Power harus dijaga agar tidak turun. Semoga di Orleans Masters hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.

Rekap Hasil Wakil Indonesia – Swiss Open 2026 (10 Maret 2026)

Kualifikasi

MS: Anthony Sinisuka Ginting vs Zhu Xuan Chen (China) – 16-21, 22-20, 21-10

Babak Pertama

WD: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Bao Li Jing/Luo Xu Min (China) – 9-21, 19-21

MD: Muhammad Rian Ardianto / Rahmat Hidayat vs Kang Khai Xing/Aaron Tai (Malaysia) – 16-21, 27-29

WD: Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari vs Hinata Suzuki/Nao Yamakita (Jepang) – 21-16, 21-10

MD: Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana vs Chiang Chien-Wei/Wu Hsuan-Yi (Taiwan) – 21-16, 21-14

WD: Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Paulina Cybulska/Kornelia Marczak (Polandia) – 21-10, 21-10

MD: Raymond Indra / Nikolaus Joaquin vs Chen Cheng Kuan / Lin Bing-Wei (Chinese Taipei) – 17-21, 17-21

Meski harus angkat koper lebih cepat dari Swiss Open 2026, publik bulu tangkis Tanah Air masih menaruh harapan besar pada duet muda Raymond/Joaquin untuk bangkit dan kembali menunjukkan kejutan di turnamen berikutnya.***

Pos terkait